Foto dari atas ke bawah:
Pandji Kusuma, FX Tjhin, HW Yohanes, Christiana
Berkacamata, berkumis tebal dan kalem berwibawa. Penampilan pria warga Paroki MBK ini dengan mudah membuat sementara orang mengingat wajah Jendral Anton Soedjarwo (alm), Kapolri periode 1982-1986. Pandji Kusuma, itulah nama pria yang dimaksud, orang katolik yang selalu mempunyai hati untuk kemajuan Gereja, khususnya Paroki MBK. Pandji memang seorang aktivis Paroki MBK.
Kalau diminta berceritera tentang kumisnya, Pandji pasti merasa tidak nyaman. Tetapi, ia akan sangat bersemangat kalau diajak ngobrol tentang email, internet, khususnya tentang mailing list (Milis MBK), mbk-milis@yahoogroups.com. “Akhir tahun 2001, waktu saya menjadi anggota DP Harian, saya pikir alangkah baik bila email, dan juga milis, dapat menjadi sarana untuk saling berkomunikasi. Cepat dan murah. Ide itu saya kemukakan dalam rapat DP Harian dan diterima dengan antusias,” begitu Pandji berkisah. Sejak awal sampai sekarang, Pandji mengatur kelancaran dan ketertiban Milis MBK. Milis ini “unmoderated” yang berarti setiap email yang dikirim dan diterima langsung diposting saat itu juga di milis.
Milis MBK sejak awal dimaksudkan sebagai sarana komunikasi antar umat MBK, sarana menyampaikan info dan pengumuman, dan sumbang saran bagi kemajuan dan perbaikan Paroki MBK. Juga, sarana edukasi atau “edutainment”, secara cepat dan murah. Anggota milis MBK pasti memetik banyak manfaat dari sarana ini. Sama halnya memetik manfaat dari buletin paroki Warta Minggu.
Kini MBK Milis mempunyai 160 anggota, semuanya warga Paroki MBK. Dari 160 anggota itu, yang rajin menulis di milis masih sangat sedikit, tidak lebih dari 20%. Yang lain merupakan “silent majority”. Dari 20% itu, beberapa sangat aktif termasuk Johanes Gianto yang tidak bosan-bosan mendorong para anggota untuk menulis dan menulis. Sejak mulai beroperasi tahun 2002, Pandji telah menolak belasan orang non-MBK yang ingin menjadi anggota milis MBK
Persisnya, hal-hal apa saja yang dikomunikasikan lewat milis MBK? Bermacam-macam, seperti yang dikemukakan Pandji di atas. Simaklah tulisan seorang anggota awal Nopember: “Bagi yang belum diberi rejeki untuk bisa berziarah ke Tanah Suci, para Romo Fransiskan penjaga tempat-tempat suci di sana menawarkan untuk mendoakan intensi-intensi Anda dengan membuka website di bawah ini dan menulis sesuai instruksi”. Simak juga apa yang ditulis FX. Tjhin, anggota PS Vox Angelorum: “Pada tanggal 8 dan 9 November 2007, kami, paduan suara Vox Angelorum akan berkompetisi di The 1st Asian Choir Games 2007, di Pusat Niaga JIE, PRJ Kemayoran Lt. 6 ruang Lawu. Kategori yang kami ikuti adalah Musica Sacra tanggal 8 .... Kami mohon dukungan dan doa dari Umat MBK.”
Disamping yang “serius”, sejumlah anggota Milis senang bertukar canda dan info ringan. “Pak, sering terjadi di gereja, kita tahu bapak A, tahu ibu B, tapi kita tidak tahu A dan B adalah suami isteri, sering jadi surprise ... oh si A suami si B toh ... begitulah,” ujar Arifin Santosa kepada rekan milis, HW Yohanes. Lantas, HW Yohanes menjawab: “Pak Ar, mungkin pak Ar tahu bojoku tapi gak tahu namanya maklumlah dia kan cuma seperti saya sekedar penggembira di Lingkungan, dia cuma bantu2 Ka-ling-Bu Meitty di WK, kalau tidak salah di Sie Pendidikan. Nanti kapan2 kalo ketemu di gereja kita say hello pak biar jangan saling tebak ya ...”.
Para anggota Milis juga bisa mengikuti info-info lain seperti seluk beluk rapat-rapat DP dan seksi-seksi, seminar, buku terbaru, info kematian dan warga yang jatuh sakit. Tidak lupa, sajian ayat-ayat Kitab Suci setiap pagi oleh Christiana Albertha Widjaja. Dan tidak jarang, ada info dari luar paroki MBK, misalnya kisah perampokan di jalan tol dan penipuan-penipuan canggih.
Diharapkan anggota Milis MBK kelompok “silent majority” akan mulai menulis dan berbagi informasi. Pandji menghimbau panitia kegiatan-kegiatan resmi MBK menyediakan kolom email address pada lembaran absensi. Supaya bisa diatur agar Milis MBK menjangkau sebanyak mungkin warga paroki. “Ketua lingkungan bisa berperan dalam hal ini. Teoretis, ada 3.000 email address bila setiap keluarga memiliki email addres,” ujar Panji. Mereka dipersilahkan mengirim permohonan ke kusuma2@yahoo.com apabila ingin menjadi anggota.
Para anggota bisa merasakan manfaat Milis MBK. HW Yohanes, misalnya, senang bisa berbicara dengan sesama aktivis Paroki, mengikuti berita sehingga bisa makin aktif dalam berbagai kegiatan paroki. “Juga, bisa menambah wawasan dan memberi komentar serta kritik langsung,” kata Yohanes yang tulisan-tulisannya bergaya humor namun bermanfaat. Christiana mengirim bacaan harian sebagai “alternatif berdoa” karena dengan mengetik bacaan otomatis ia juga membacanya. “Biar cuma sekilas, saya sering mendapat ayat-ayat yang menyentuh. Dan semoga juga bermanfaat bagi para anggota milis,” ujar Chritiana.
Christiana merasa tulisan-tulisan di WM lumayan menarik. Tetapi, Tjhin mengaku jarang menulis karena takut tidak nyambung dengan topik-topik yang dibicarakan. Ia berharap makin banyak kaum muda menulis di Milis MBK. Menjadi anggota milis, seseorang hanya perlu mepunyai sebuah email address, dan syarat utama adalah umat Paroki MBK, pesan Pandji. Ayo, jadilah anggota Milis MBK. (Leo Jegho)