Sambutan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik Kementerian Agama Republik Indonesia

 Drs. Eusabius Binsasi  |     19 Nov 2017, 06:14

Merayakan 45 Tahun Gereja Katolik Paroki Maria Bunda Karmel - Tomang yang dirangkai dengan penetapan tahun 2017 sebagai Tahun Lingkungan adalah sebuah komitmen besar untuk menjadikan moment ulang tahun ke 45 Gereja Katolik Paroki Maria Bunda Karmel - Tomang semakin lebih bermakna..

Sambutan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik Kementerian Agama Republik Indonesia

Saya memaknai Perayaan 45 Tahun dan Perayaan Tahun Lingkungan sebagai perayaan Syukur, karena Tuhan telah berkarya,merahmati dan menyertai Paroki Maria Bunda Karmel - Tomang hingga usianya yang ke- 45 tahun. Rentang waktu yang "tidak muda" lagi untuk ukuran sebuah lembaga, yang telah ikut berperan vital-strategis dalam menganyam peradaban dunia melalui karya penyelamatan umat manusia. Waktu 45 tahun mengalir dan tak akan pernah kembali lagi. Semuanya berada dalam satu alur waktu di dalam proses "MENJADI". ("Tempora mutatur et nos mutatur in illis"=Waktu berubah dan kita pun berubah di dalamnya). Perayaan ini menjadi lebih bermakna karena dirangkai dengan Penatapan Tahun Lingkungan. Rasa syukur akan eksistensi alam semesta harus membangkitkan kesadaran pada semua umat bahwa Alam /lingkungan hidup menghasilkan sandang, pangan, papan untuk kehidupan manusia. Alam /lingkungan hidup sebagai sumber energi makhluk hidup, dan media ekosistem bagi semua mahkluk. Perasaan syukur harus membawa kita untuk semakin menyatu dengan alam (Connecting People to Nature).

Perayaan 45 Tahun Gereja Katolik Paroki Maria Bunda Karmel juga adalah moment kita untuk berefleksi dan introspeksi diri tentang:
(a). Bagaimana partisipiasi kita dalam membangun kualitas kehidupan umat beriman di wilayah Gereja Katolik Paroki Maria Bunda Karmel.
(b). Bagaimana hubungan kita sebagai saudara seiman dan dengan saudara-saudara yang beragama lain.
(c) Bagaimana peran kita sebagai umat Allah dan gembala umat di tengah pergolakan hidup sosial yang semakin kompleks.

Lebih jauh Perayaan 45 Tahun dan Perayaan Tahun Lingkungan adalah perayaan tugas dan panggilan. Tugas dan panggilan sebagai seorang umat Allah dan warga bangsa yang 100 % Katolik dan 100% Pancasilais. Menghadapi kondisi ini kita semua terpanggil untuk bertanggungjawab sesuai tugas kita masing-masing. Saya mengajak umat Paroki Maria Bunda Karmel agar:

  • Mengamalkan dan melaksanakan ajaran dan nilai-nilai agama seperti kejujuran, cinta kasih sayang, toleransi dan kerukunan. Sebab nilai-nilai luhur ini merupakan kekuatan dan modal bagi pembangunan bangsa bermartabat dan berakhlak mulia.
  • mampu membangun relasi dengan semua komponen masyarakat termasuk dengan yang tidak seiman. Ini berarti: umat Katolik dituntut untuk menghargai kebhinekaan seperti: agama, etnis, bahasa, tradisi dan berbagai kebhinnekaan lainnya yang ada di tengah kehidupan masyarakat.
  • Menjaga dan memelihara kerukunan antar umat beragama, dan kerukunan intern umat Katolik.
  • Mengamalkan dan melaksanakan ajaran dan nilai-nilai agama seperti kejujuran, cinta kasih sayang, toleransi dan kerukunan. Sebab nilai-nilai luhur ini merupakan kekuatan dan modal bagi pembangunan bangsa bermartabat dan berakhlak mulia.
  • mampu membangun relasi dengan semua komponen masyarakat termasuk dengan yang tidak seiman. Ini berarti: umat Katolik dituntut untuk menghargai kebhinekaan seperti: agama, etnis, bahasa, tradisi dan berbagai kebhinnekaan lainnya yang ada di tengah kehidupan masyarakat.
  • Menjaga dan memelihara kerukunan antar umat beragama, dan kerukunan intern umat Katolik.

Dalam konteks Penetapan Tahun Lingkungan yang dirayakan bersamaan dengan 45 tahun Gereja Katolik Paroki Maria Bunda Karmel - Tomang, saya mengajak umat beriman agar:

  • Semakin dekat dengan alam dengan membangun kesadaran bahwa: Lingkungan hidup sebagai harta milik bersama yang harus kita jaga dan lestarikan demi anak cucu bangsa.
  • Merefleksikan perjalanan 45 Tahun Gereja Katolik Paroki Maria Bunda Karmel. Refleksi berarti bergerak mundur untuk merenungkan kembali apa yang sudah terjadi dan membangun kekuatan baru dan merancang sesuatu yang lebih besar di masa yang akan datang.
  • Lima pilar (liturgi, Pelayanan, Pewartaan, Pelayanan, Paguyuban, Kesaksian,) hendaknya menjadi spirit kehidupan umat Gereja Katolik Paroki Maria Bunda Karmel - Tomang.
  • Semakin dekat dengan alam dengan membangun kesadaran bahwa: Lingkungan hidup sebagai harta milik bersama yang harus kita jaga dan lestarikan demi anak cucu bangsa.
  • Merefleksikan perjalanan 45 Tahun Gereja Katolik Paroki Maria Bunda Karmel. Refleksi berarti bergerak mundur untuk merenungkan kembali apa yang sudah terjadi dan membangun kekuatan baru dan merancang sesuatu yang lebih besar di masa yang akan datang.
  • Lima pilar (liturgi, Pelayanan, Pewartaan, Pelayanan, Paguyuban, Kesaksian,) hendaknya menjadi spirit kehidupan umat Gereja Katolik Paroki Maria Bunda Karmel - Tomang.

Proficiat untuk Gereja Katolik Paroki Maria Bunda Karmel dalam usianya yang ke 45 Tahun. Semoga semakin berkualitas dalam Iman, Harap dan Kasih.

Jakarta, Oktober 2017

Dirjen Bimas Katolik
Kementerian Agama RI.

Drs. Eusabius Binsasi.

Lihat Juga:

Artikel Lainnya...

Renungan Harian

Sabtu, 16 Desember 2017, Hari Biasa Pekan II Adven

Bacaan dari Kitab Putra Sirakh (48:1-4.9-11) Dahulu kala tampillah Nabi Elia bagaikan api. Perkataannya membakar laksana obor. Dialah yang...

Selengkapnya

Jadwal Misa Rutin

Sabtu Pukul 16:30
  Pukul 19:00
 
Minggu Pukul 06:30
  Pukul 09:00
  Pukul 11:30
  Pukul 16:30
  Pukul 19:00

Selengkapnya

Kalender Liturgi