Setan Menurut Alkitab

 Stefanus Andi Gunawan  |     6 Aug 2014, 07:38

Kata setan bagi sebagian orang mungkin menyeramkan, apalagi buat yang senang menonton film bergenre horror. Tetapi, apakah yang dikatakan Kitab Suci tentang setan dan kroninya? Sungguhpun Anda tahu alangkah baiknya membaca buku Setan menurut Orang Katolik yang ditulis oleh Stefanus Pranjana dalam pendampingan Rm. Martin Suhartono, SJ. Buku ini mengulas Setan secara khusus menurut Perspektif Perjanjian Baru.

Setan Menurut Alkitab

Terdiri dari 5 (lima) bab: Pendahuluan, Peristiwa bersama Setan, Perjanjian Baru mengenai Setan, Sikap Kita, dan Kesimpulan, buku ini ditulis dengan bahasa yang mudah dimengerti. Sekiranya sulit dipahami pun diberikan penjelasan tentang bahasa asing yang dipakai.

Dalam Bab II berbagai pengalaman pribadi dituliskan dan dibandingkan dengan budaya Jawa juga gejala abad ini. Skema para makhluk halus menurut budaya Jawa dapat dilihat pada hlm. 38‐42, seperti dikutip dari The Religion of Java yang dikarang oleh Clifford Geertz. Dari genderuwo sampai demit, dari kuntilanak hingga sundel bolong. Dalam gejala abad ini nampak Gereja Setan dan Pernyataan Setanik‐nya pada hlm. 48.

Di Bab III diungkapkan perihal Setan ini dalam terang Perjanjian Baru. Ada tujuh nama yang dapat ditemukan, yaitu: Diabolos (Mat. 4:1), Satanas (Luk. 10:18), Daimon (Mrk. 1:34), Beelzebul (Mrk. 3:22), Legion (Mrk. 5:9), Belial (2Kor.6:15), dan Apollion (Why. 9:11). Di sini juga dijelaskan berbagai istilah Setanik dan hierarkinya yang dapat dibandingkan dengan hierarki Malaikat (hlm. 76). Juga sifat‐sifat dasar Setan dapat dilihat dalam hlm. 87‐92. Akhirnya kelahiran setan dan dunianya dituliskan menurut biblis. Bagaimana kejatuhan malaikat dalam kesombongannya menjadi iblis (Yeh. 28:17) (hlm. 95). Dunia setan dan hidupnya dalam manusia terwujud dalam buah‐buahnya seperti: porneia, echtra, dan methe (hlm.115‐117).

Bab IV menyajikan sikap Gereja yang perlu kita ikuti, terutama dalam hlm. 160. Ada empat sumber yang dapat disimak. Pertama, tradisi yang mengajarkan bahwa Setan yang menyebabkan timbulnya kejahatan yang menghantar dosa hingga berujung maut. Kedua, penebusan Kristus dari dosa akibat kuasa Setan. Ketiga, pendapat Bapa‐bapa Gereja. Keempat, gerakan abad XVIII tentang eksorsisme.

Kesimpulan dalam Bab V menutup buku ini dengan melihat kembali isi buku dan merangkumkan risalah Setan ini. Hal yang perlu dicermati adalah tugas umat beriman yang tidak boleh lengah akan godaan Setan dan bahaya kerasukan yang mengikutinya (hlm. 209). Buku ini cukup lengkap dalam mengulas kesetanan bagi orang awam dan dapat dipinjam di perpustakaan Paroki Tomang ‐ Gereja Maria Bunda Karmel.*

Lihat Juga:

Resensi Buku Lainnya...

Renungan Harian

Kamis, 17 Oktober 2019

Bacaan Liturgi Kamis 17 Oktober 2019 PW S. Ignasius dari Antiokhia, Uskup dan Martir Bacaan Pertama Rom 3:21-30 Saudara-saudara, tanpa hukum Taurat,...

Selengkapnya

Jadwal Misa Rutin

Sabtu Pukul 16:30
  Pukul 19:00
 
Minggu Pukul 06:30
  Pukul 09:00
  Pukul 11:30
  Pukul 16:30
  Pukul 19:00

Selengkapnya

Kalender Liturgi