Tema I - Membangun Sikap Adil dan Beradab dalam Keluarga Kejadian 37:1-4

 Shienta D. Aswin  |     4 Mar 2017, 12:30

Dalam MEMBANGUN KELUARGA, nilai-nilai moral, budaya dan iman apa sajakah yang ditanamkan supaya keluarga berkembang menjadi BERADAB dan dengan demikian mampu bersikap ADIL, satu dengan yang lain?

Tentu saja keluarga perlu menumbuhkan dan mengungkapkan perasaan cinta kasih dengan saling menghargai/menghormati anggota keluarga yang lain, sekaligus mereka juga belajar peduli, bertanggung jawab, jujur serta terbuka akan perbedaan dan pendapat yang lain. Anggota keluarga juga saling menolong, mendukung dan melengkapi serta bersikap sopan.

Seandainya terjadi kesalahan, yang menyinggung, melukai, ataupun merugikan, anggota keluarga belajar untuk saling mengingatkan, lalu ada yang menyadari kesalahan, meminta maaf dan yang lain mau memaafkan, kemudian kembali membangun relasi yang baik di antara mereka.

Keluarga yang beradab akan menjamin hadirnya keadilan, karena mereka peduli pada yang kecil dan lemah, mendahulukan yang sakit dan menderita, membela yang tersingkir dan teraniaya, serta menghargai manusia lebih dari pada benda harta milik. Orang yang beradab dapat diharapkan mampu bersikap adil terhadap diri mereka sendiri, terhadap sesama dan terhadap Allah.

Lalu, apa yang terjadi dengan keluarga Yakub, yang beristri empat (Lea, Bilha, Zilpa, dan Rachel) dengan dua belas anak laki-laki dan satu perempuan (baca Kejadian 25:19 - 37:36)? Yusuf, anak kesayangan Yakub, dibenci, dianiaya, dan dijual oleh kakak-kakaknya. Banyak tindakan kebohongan, persekongkolan, ketidakadilan, kekerasan dan kekejaman dalam keluarga Yakub. Perasaan benci dan iri hati menghancurkan nilai-nilai moral, budaya dan iman mereka. Mereka sulit dikatakan beradab, mereka mudah bertindak tidak adil.

Sekarang, masa Prapaskah adalah waktu yang baik untuk menyelisik diri dan keluarga kita dalam hal keberadaban dan keadilan. Adakah rasa benci dan iri hati; rasa tertekan, diperlakukan tidak adil atau semena-mena? Apakah kita cukup menghargai perasaan anggota keluarga kita dengan bersikap peduli, terbuka, jujur, serta bertanggung-jawab? Atau masih kuatkah perasaan mau selalu menang, benar, dan enaknya sendiri? Cukup beradabkah sikap anak-anak terhadap orang tua mereka dan sebaliknya? Cukup harmoniskah relasi suami-istri, kakak-adik dan para anggota keluarga yang lain?

Mari bertobat! Mari berubah dan memperbaiki keberadaban dan keadilan dalam keluarga kita. Kita Pancasilais, dan terlebih-lebih, kita juga murid-murid Kristus yang mengamalkan cinta kasih.

Lihat Juga:

APP (WM) Lainnya...

Renungan Harian

Kamis, 17 Oktober 2019

Bacaan Liturgi Kamis 17 Oktober 2019 PW S. Ignasius dari Antiokhia, Uskup dan Martir Bacaan Pertama Rom 3:21-30 Saudara-saudara, tanpa hukum Taurat,...

Selengkapnya

Jadwal Misa Rutin

Sabtu Pukul 16:30
  Pukul 19:00
 
Minggu Pukul 06:30
  Pukul 09:00
  Pukul 11:30
  Pukul 16:30
  Pukul 19:00

Selengkapnya

Kalender Liturgi