Tema III Gereja Semakin Adil Terhadap yang Tersisih

 Rizki Widjaja  |     18 Mar 2017, 12:08

Anjuran Apostolik Paus Fransiskus dalam Sukacita Injil (Evangelii Gaudium 46) mengingatkan kembali bahwa Gereja adalah rumah Bapa dengan pintu-pintu yang selalu terbuka lebar seperti yang sudah dinyatakan Santo Ignatius dari Antiokhia dan Santo Sirilius dari Yerusalem.

Hal ini diterjemahkan oleh Keuskupan Agung Jakarta agar pada pertemuan ke-3, APP 2017, umat di lingkungan merenungkan serta merencanakan aksi nyata agar Gereja semakin adil terhadap yang tersisih. Tersisih dengan pemahaman adanya pembatasan karena tingkat sosial, ekonomi, keterbatasan pendidikan, kemampuan fisik hingga berkebutuhan khusus.

Bagi mereka yang tergolong tersisih ini, sakramen (ekaristi) adalah obat kemurahan hati dan makanan yang menguatkan. Namun kenyataannya masih ada pengurus Gereja yang kurang menyadari dan memperhatikan hal ini sehingga kaum tersisih terhalang aksesnya untuk menerima kemurahan hati Allah.

Sebagian dari umat barangkali masih disibukkan dalam berbagai hal sehingga perhatian pada kelompok tersisih ini jadi terabaikan atau mengganggap hal ini menjadi tugas elemen sosial Gereja seperti Seksi Pengembangan Sosial Ekonomi, dan lain-lain.

Kritik terhadap hal serupa sudah disuarakan lantang oleh Nabi Amos sekitar abad 8 SM dan ternyata masih relevan hingga kini. Amos adalah seorang peternak domba dan pengumpul buah ara yang berasal dari desa Tekoa, desa kecil di kerajaan Yehuda 16 km selatan Yerusalem. Amos memperoleh penglihatan dari Allah mengenai 'kesudahan Israel' dan menubuatkan penglihatan ini pada umat Israel di kerajaan utara seperti yang diperintahkan Allah padanya. Saat itu kerajaan utara di bawah pemerintahan Raja Yerobeam II berkembang secara ekonomi, namun kemakmuran hanya dinikmati sebagian kecil umat Israel dan terjadi penindasan terhadap rakyat kecil serta pelanggaran tata cara ibadat.

Amos dalam pewartaannya selain mengkritik tata cara ibadat juga meletakkan dasar keadilan sosial dan perspektif baru mengenai Allah serta imbauan untuk bertobat. "Tetapi biarlah keadilan bergulung-gulung seperti air dan kebenaran seperti sungai yang selalu mengalir" (Amos 5:24).

Apakah saya, Anda, dan kalian akan melaksanakan anjuran Apostolik Paus Fransiskus untuk membuka pintu-pintu Gereja serta memberikan akses seluasnya kepada saudara saudari kita yang tersisih agar mereka dapat menerima kemurahan hati Allah?

Lihat Juga:

APP (WM) Lainnya...

Renungan Harian

Selasa, 22 Agustus 2017, Peringatan Wajib SP. Maria, Ratu

Bacaan dari Kitab Hakim-Hakim (6:11- 24a) Pada zaman para hakim datanglah Malaikat Tuhan dan duduk di bawah pohon tarbantin di Ofra, milik Yoas,...

Selengkapnya

Jadwal Misa Rutin

Sabtu Pukul 16:30
  Pukul 19:00
 
Minggu Pukul 06:30
  Pukul 09:00
  Pukul 11:30
  Pukul 16:30
  Pukul 19:00

Selengkapnya

Kalender Liturgi