Tema 3 - Melawan Dosa dan Bertobat

 drg. Elizabeth Iskandar  |     28 Feb 2016, 03:39

Setelah memahami kasih karunia Allah yang menyelamatkan dan menghendaki manusia pada saat kematiannya akan dibangkitkan dan memperoleh hidup yang kekal. Serta mengerti bahwa Allah sumber kerahiman yang tiada batas itu mengutus putera-Nya ke dunia untuk memerdekakan manusia dari belenggu dosa. Dosa-lah yang menjadi penghalang manusia mencapai kebahagian Surgawi. Allah telah menganugerahkan Rahmat keselamatan luar biasa kepada manusia, maka tawaran kasih ini pantas ditanggapi manusia.

Tema 3 - Melawan Dosa dan Bertobat

Pertemuan ke-3 mengajak kita bertindak dan berusaha menolak serta melawan dosa dan mendorong menjalankan pertobatan. Kita yang lemah, rapuh cenderung jatuh dalam dosa dan menjadi budak dosa. Keselamatan yang ditawarkan Allah hanya dapat dimenangkan melalui perjuangan melawan dosa. Rasul Paulus mengatakan: "....bukan apa yang aku kehendaki, yaitu yang baik yang aku perbuat, melainkan apa yang tidak aku kehendaki yaitu yang jahat yang aku perbuat.... Jika aku berbuat apa yang tidak aku kehendaki, maka bukan lagi aku yang memperbuatnya, tetapi dosa yang diam di dalam aku." (Rm 7:19-20). Maka dosa yang tinggal dalam kita perlu ditolak dan disingkirkan. Dengan bantuan rahmat kasih Allah kita dapat melawan godaan dosa yang selalu mengintai di sekitar kita. Gereja menyediakan sarana Sakramen-sakramen diantaranya Sakramen tobat untuk membantu kita.

Bila menyadari jatuh dalam dosa, menyesallah, datang dengan semangat kemurnian hati mengakui dosa kepada Imam yang merupakan wakil Kristus dalam memberikan absolusi pengampunan. Disebut Sakramen Pemulihan karena menerima kasih pengampunan Ilahi, maka relasi kita dengan Allah dipulihkan juga relasi kita dan sesama. Baiklah menjalani hidup sehari-hari sebagai umat beriman yang saling mengampuni dan dijauhkan dari sikap menghakimi atau terjebak dalam perasaan benar sendiri.

Allah setia memanggil dan menanti kita bertobat dan kembali kepadaNya. Surga bersukacita bila satu orang bertobat. Sebagai contoh: Anak bungsu dalam perumpamaan Anak yang hilang (Luk 15:11-32). Di negeri orang ia hidup berfoya-foya sampai habis hartanya dan terpaksa bekerja sebagai penjaga babi. Bagi orang Yahudi menyentuh babi adalah najis. Ia lapar dan ingin makan bahkan makanan babi pun ia tidak kebagian. Di saat kritis inilah ia teringat akan kemurahan hati Bapanya, inilah titik balik atas kehendak bebasnya ia mau kembali ke Bapanya. Bukan semata karena sepiring makanan ia bertobat, tetapi berkat Kerahiman Bapa yang merindukannya.

Dalam pelukan hangat Bapanya semua dosanya dihapus dan citra sebagai anak dipulihkan, sebagai anak yang telah mati dan menjadi hidup kembali, ia mengalami pembaharuan hidup dan selamatkan. Amazing Grace.

Allah Maharahim, bermurah hatilah kepada saya, orang berdosa yang malang ini.

Lihat Juga:

APP (WM) Lainnya...

Renungan Harian

Kamis, 17 Oktober 2019

Bacaan Liturgi Kamis 17 Oktober 2019 PW S. Ignasius dari Antiokhia, Uskup dan Martir Bacaan Pertama Rom 3:21-30 Saudara-saudara, tanpa hukum Taurat,...

Selengkapnya

Jadwal Misa Rutin

Sabtu Pukul 16:30
  Pukul 19:00
 
Minggu Pukul 06:30
  Pukul 09:00
  Pukul 11:30
  Pukul 16:30
  Pukul 19:00

Selengkapnya

Kalender Liturgi