Tema I - Awal Perkenalan Dengan Allah (Ul 6:4-25)

  26 Sep 2010, 20:29

Kapan mulainya memperkenalkan Allah kepada anak-anak? Waktu di TK dan SD. Benar, memperkenalkan Allah sudah seharusnya dilakukan pada usia sedini mungkin. Bahkan ketika orangtua mempersiapkan diri untuk mempunyai momongan. Rencana ini disampaikan dalam doa kepada Allah, seperti Hana berdoa di Bait Allah untuk mendapatkan anak yang kemudian diberi nama Samuel.

Tema I - Awal Perkenalan Dengan Allah (Ul 6:4-25)

Ketika seorang ibu mendapati dirinya hamil, ia memperhatikan asupan gizi makanan. Ini penting tetapi gizi rohani jangan diabaikan. Secara naluriah ibu sering mengelus perutnya disertai doa atau bersama suami dan anak-anak yang lebih besar berdoa dalam persekutuan kasih Allah untuk anak dan saudara yang belum lahir. Lalu bayi lahir, sebuah mukjizat rahmat Allah yang patut disyukuri. Sebuah tanggung jawab yang dipercayakan Allah kepada keluarga. Langkah awal konkrit adalah anak dibaptis dan dibimbing untuk mengenal nilai-nilai yang Tuhan Yesus ajarkan melalui Sabda dan teladan-Nya serta dilibatkan dalam peribadatan Gerejani.

Kita belajar dari tradisi keluarga Yahudi (Ulangan 6: 4-25), yang mengajar berulang-ulang dan turun-temurun kepada anak sejak usia dini 5 tahun tentang pengakuan iman SHEMA dan karya penyelamatan Allah yang Esa (monoteis), yang membebaskan leluhur mereka dari perbudakan di Mesir. Melalui kisah ulang Exodus, generasi demi generasi diajak masuk merasakan dan mengalami sendiri Allah dan Kasih-Nya. Pengalaman iman akan Allah meresap kedalam batin mereka, sehingga selalu dihayati dan mengamalkan-nya dalam hidup sehari-hari.

Sebagai keluarga Kristiani kita wajib membimbing serta mewariskan iman keselamatan Kristus yang bangkit kepada anak-anak, sehingga mereka mempunyai pegangan wasiat rohani yang memagari hidup mereka. Pembinaan kerohanian dimulai dan berakar dalam kehidupan keluarga yang menghadirkan Allah dalam rumahnya. Allah adalah Kasih. (1Yoh 4: 8). Anak kecil lebih mudah mengerti kasih daripada Allah yang tidak tampak. Hal ini diwujudnyatakan dalam kasih sayang orang tua kepada anak. Relasi suami isteri saling mengasihi, relasi dengan anak saling menyayangi dan menghormati. Anak yang menerima kasih dari orangtua akan belajar mengasihi ayah ibunya, orang lain dan Allah.

Orangtua membimbing anak beribadah mengenal Allah dalam hal sederhana yang ada dalam hidup sehari-hari. Mengajar anak berdoa waktu makan, tidur, memberi berkat tanda salib kecil di dahi mereka, diajak ke acara lingkungan dll. Anak senang bila sebelum tidur dibacakan kisah-kisah menarik dari Alkitab. Sambil menggendong anak, kita perkenalkan Salib yang tergantung di dinding atau melihat patung Bunda Maria kita mengatakan Mama Maria menggendong Yesus anaknya dan kamu digendong mamamu. Anak dituntun agar bersikap sopan waktu di Gereja yang adalah Rumah Tuhan. Bukan hanya mengajar keluarga menerapkan disiplin sehingga anak menemukan sikap/teladan kerohanian yang hidup artinya satunya kata dan perbuatan dari orang tua akan membuat anak percaya dan merasa damai di rumah.

(drg. Elizabeth Iskandar)

Lihat Juga:

BKSN (WM) Lainnya...

Renungan Harian

Jumat, 20 September 2019

PW S. Andreas Kim Taegon, Imam, dan Paulus Chong Hasang, dkk. Martir Korea Bacaan Pertama 1Tim 6:2c-12 Saudara terkasih, ajarkanlah dan nasihatkanlah...

Selengkapnya

Jadwal Misa Rutin

Sabtu Pukul 16:30
  Pukul 19:00
 
Minggu Pukul 06:30
  Pukul 09:00
  Pukul 11:30
  Pukul 16:30
  Pukul 19:00

Selengkapnya

Kalender Liturgi