Tema II - Kenal Alkitab Sejak Kecil (Bacaan 2 Tim 3:10-17)

  26 Sep 2010, 20:57

Sebenarnya keluarga mempunyai fungsi yang tidak hanya terbatas pada penerus keturunan saja. Dalam bidang pendidikan, keluarga merupakan sumber pendidikan utama, dari keluargalah segala pengetahuan dan kecerdasan intelektual manusia diperoleh.

Tema II - Kenal Alkitab Sejak Kecil (Bacaan 2 Tim 3:10-17)

Sementara itu, lingkungan dapat merangsang timbulnya bakat-bakat dan ke-mampuan-kemampuan anak. Sebaliknya lingkungan mungkin juga memberi efek menghambat bagi terbentuknya kecakapan anak sehingga anak tidak mencapai tingkat kecakapan yang seharusnya dapat dicapainya.

"Bagaimanakah aku dapat mengerti, kalau tidak ada yang membimbing aku?" (Kis 8: 31), demikian ungkapan sida-sida kepada Filipus pada saat membaca kitab nabi Yesaya. Hal yang sama juga banyak terjadi di kalangan umat Allah.

Bagaimana bisa mengerti, kalau kenal juga belum? Padahal Alkitab bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran (2 Tim 3: 16). Manfaat ini nyata dalam diri Timotius yang oleh Paulus diberi kepercayaan untuk membina jemaat di Efesus yang diterimanya sejak anak-anak oleh ibu dan neneknya, Eunike dan Lois. "Sebab aku teringat akan imanmu yang tulus iklas, yaitu iman yang pertama-tama hidup di dalam nenekmu Lois dan di dalam ibumu Eunike dan aku yakin hidup juga di dalam dirimu" (2 Tim 1: 5)

Pendidikan dan pengajaran yang diterima Timotius menjadikan dirinya seorang yang beriman kepada Allah, sabar dan teguh saat menghadapi tantangan. Dia juga tidak mementingkan diri sendiri, rela berkorban, tekun serta gigih dalam menghadapi kesulitan, sehingga ia di kenal sebagai pengajar jemaat Kristus yang sejati.

Pengajaran Alkitab kepada anak sejak usia dini/kecil menumbuhkan harapan masa depan yang cerah bagi Gereja dalam hal pewarisan kekayaan iman. Oleh karena itu, haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun (Ul 6: 7)

Pengajaran Alkitab dan pewarisan kekayaan iman harus dilakukan kapan pun dan di mana pun sejauh kesempatan ada. Namun, semua itu hanya mungkin kalau anak-anak kita juga mau mendengarkan dan menaati pengajaran dan nasihat kita. Dengan kata lain, orang tua harus membarenginya dengan pendidikan yang menjadikan anak-anak hormat dan taat.

Orang tua bertanggung jawab penuh terhadap pendidikan dan bina iman anak-anak mereka. Memang mereka bisa mendelegasikan sebagian tanggung jawab ini kepada seseorang atau lembaga pendidikan, tetapi mereka tidak boleh dan tidak bisa lepas tangan sama sekali. Sebab, tidak ada orang lain atau lembaga yang layak menggantikan tugas orang tua ini. Selain itu antara orang tua dan anak terjalin ikatan batin yang menjadi kodrat kehidupan keluarga.

Jadi, orang tua wajib menyediakan waktu, biaya, sarana, tenaga dan perhatian serius untuk kerja keras mendidik anak-anak mereka. Oleh karena itu, sayangi anak, maka kita tidak akan setengah hati dan tidak merasa rugi mendidik mereka.

(Lucky JE. Jacob, Dari berbagai sumber)

Lihat Juga:

BKSN (WM) Lainnya...

Renungan Harian

Jumat, 20 September 2019

PW S. Andreas Kim Taegon, Imam, dan Paulus Chong Hasang, dkk. Martir Korea Bacaan Pertama 1Tim 6:2c-12 Saudara terkasih, ajarkanlah dan nasihatkanlah...

Selengkapnya

Jadwal Misa Rutin

Sabtu Pukul 16:30
  Pukul 19:00
 
Minggu Pukul 06:30
  Pukul 09:00
  Pukul 11:30
  Pukul 16:30
  Pukul 19:00

Selengkapnya

Kalender Liturgi