Tema III - Mendidik Anak Menjadi Taat (Bacaan 2 Efesus 6:1-4)

  26 Sep 2010, 21:05

Anak-anak yang sedang berkembang dan mencari pegangan hidup akan sangat mudah sekali terpengaruh oleh segala macam informasi yang semakin mudah didapat melalui internet, TV dan media cetak lainnya. Efeknya adalah pemahaman akan ketaatan kepada orang tua juga mengalami erosi dan bergeser. Apakah Kitab Suci mampu menjawab perubahan nilai yang sekarang sedang berlangsung?

Tema III - Mendidik Anak Menjadi Taat (Bacaan 2 Efesus 6:1-4)

Dalam pertemuan sosialisasi Bulan Kitab Suci nasional (BKSN) di KAJ ada peserta bertanya secara lugas kepada panitia: "Apakah cara mendidik anak agar selalu taat kepada orang tua tidak akan mematikan kreativitas anak? Anak jaman sekarang terlebih-lebih di kota besar akan berontak" Mendengar pertanyaan ini, hati nuraniku langsung menyindir: "Kaya lu aja yang memiliki tabiat seperti babi. Kalau didorong malah mundur dan kalau ditarik malah bergerak maju..he..he.. sukanya melawan"

Memang perintah mendidik anak menjadi taat kepada orang tua banyak dimuat dalam KS. Setiap orang diantara kamu haruslah menyegani ibunya dan ayahnya... (Im 19: 3); Hai anakku, peliharalah ayahmu dan janganlah menyia-nyiakan ajaran ibumu (Ams 6: 20). Bagi orang Yahudi ketaatan kepada orang tua adalah keharusan, diperintahkan oleh Allah sendiri seperti termuat dalam dekalog (sepuluh perintah Allah). Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu dan baik keadaanmu ditanah yang diberikan TUHAN Allahmu kepadamu (Kel 20: 12; Ul 5: 16).

Sampai zaman Romawi kuno, seorang ayah mempunyai kekuasaan mutlak terhadap anaknya. Seorang bayi ketika baru lahir akan diletakkan di depan kaki ayahnya. Apakah bayi itu akan diterima atau dibuang adalah hak si ayah, dan seringkali bayi yang lemah dan cacat dibuang begitu saja. Seorang anak jika berani menentang orang tua akan dibawa ke depan pintu gerbang kota untuk diadili dan bisa dihukum dengan dilempar batu sampai mati.

Atas dasar pemahaman ini Paulus menulis surat kepada orang-orang di Efesus tentang perlunya mendidik anak agar taat kepada orang tua dalam jalan Tuhan agar hidup mereka bahagia dan panjang umur (bdk Ef 6: 1-3). Dalam perikop ini pemahaman anak lebih bersifat relasional ketimbang umur. Meskipun sudah berumur 50 tahun lebih tetaplah seorang anak dari orang tuanya sehingga dia juga harus menghormati orang tua dan diwujudkan dalam bentuk taat kepada mereka. Paulus secara berimbang menasehati orang tua agar tidak membuat hati anak-anak marah (bdk Ef 6: 4). Mendidik anak menjadi taat memang perintah Tuhan dan cara yang pas juga diperlukan di dalam ajaran dan nasihat Tuhan. Cara sewenang-wenang dengan memaksakan kehendak secara membabi-buta sudah tidak cocok lagi. Orang tua perlu membuka dialog dengan anaknya sehingga semua memihak bisa saling memahami. Jadi ketakutan peserta sosialisasi BKSN diawal tulisan ini bahwa orang tua akan menjadi otoriter bisa dihindarkan bila perikop ini dipahami secara lengkap.

Waoo... ternyata KS masih sangat relevan digunakan sebagai dasar membimbing hubungan orang tua - anak zaman modern dimana kebebasan berpendapat (demokrasi) sangat ditekankan. Beranikah aku sebagai orang tua mengikuti ajaran KS sebagai firman Allah yang hidup? Semoga.

(JA Gianto / Sie katekese).

Lihat Juga:

BKSN (WM) Lainnya...

Renungan Harian

Selasa, 16 Juli 2019

Hari Biasa Pekan XV Kalau mengalami kejahatan dan penderitaan, iman akan Bapa yang maha kuasa dapat diuji secara serius. Sewaktu-waktu Allah...

Selengkapnya

Jadwal Misa Rutin

Sabtu Pukul 16:30
  Pukul 19:00
 
Minggu Pukul 06:30
  Pukul 09:00
  Pukul 11:30
  Pukul 16:30
  Pukul 19:00

Selengkapnya

Kalender Liturgi