Kabar Gembira di Tengah Gaya Hidup Modern

 JA Gianto / Pemandu  |     27 Aug 2017, 06:21

Dunia yang mengalami PERUBAHAN cepat, KETIDAKPASTIAN, KOMPLEKS, BERMAKNA-GANDA, telah memaksa manusia berkinerja tinggi perlu melakukan REVOLUSI POLA PIKIR agar tetap unggul MENCAPAI SUKSES. Tsunami Gaya Hidup Modern melanda umat.

Kabar Gembira di Tengah Gaya Hidup Modern

Banyak hal positif yang membuat manusia bisa hidup nyaman, misal pemakaian alat komunikasi semakin mudah membuat pekerjaan semakin efektif dan efisien, internet membuat dunia seperti desa kecil, ilmu pengetahuan tersedia gratis melalui Google.

Namun banyak pula hal negatif seperti berita palsu (HOAX) tersebar sebagai virus yang mengakibatkan masyarakat sakit. Manusia semakin individualistis cukup hidup bersama gawai. Barang mewah diiklankan dimana saja membuat manusia semakin materialitis dan hedonis.

Lalu apa hubungannya Kabar Gembira (Kitab Suci) dan Gaya Hidup Modern? Kamus Besar Bahasa Indonesia memberi arti 'gaya hidup' sebagai pola tingkah laku sehari-hari segolongan manusia di dalam masyarakat. Kata 'modern' diartikan sebagai sikap, perilaku, perbuatan atau tingkah laku yang sesuai dengan tuntutan zaman. Bila digabungkan, maka pengertian dari "gaya hidup modern" adalah pola terbaru dari tingkah laku sehari-hari segolongan manusia yang sesuai dengan tuntutan zaman. Jadi gaya hidup modern sebenarnya sesuatu yang netral, bisa positif atau negatif. Tergantung dari pelakunya. Hal yang perlu dicermati adalah agar iman kristiani umat tidak terkikis oleh pengaruh negatif. Hal ini disebut oleh Paus Fransiskus dalam himbauan apostoliknya, Evangelii Gaudium, SUKA CITA INJIL. 'Masalah besar yang melanda dunia modern akhirnya ikut melanda Gereja juga. Komunitas Kristiani perlu meneliti tanda-tanda zaman dan menanggapinya secara efektif, berkaitan dengan mentalitas negatif budaya modern seperti materialisme, individualisme dan hedonisme.'

Dalam konteks ini, Keuskupan Agung Jakarta memilih 'Kabar Gembira di Tengah Gaya Hidup Modern' sebagai tema Bulan Kitab Suci 2017 yang dijabarkan dalam empat subtema. Pertama, 'Kabar Gembira dan Teknologi' dalam kisah menara Babel (Kej 11:1-9). Kedua, 'Kabar Gembira Berhadapan dengan Materialisme' dalam perumpamaan orang kaya yang bodoh (Luk 12:13-21). Ketiga, 'Kabar Gembira Berhadapan dengan Individualisme' dalam kisah cara hidup jemaat perdana (Kis 2:41-47). Keempat, 'Kabar Gembira Berhadapan dengan Hedonisme' dalam nasihat Yakobus tentang hikmat dan hawa nafsu (Yak 3:14-4:3). Melalui empat sub tema ini diharapkan umat dapat BELAJAR dan BERPEGANG TEGUH pada NILAI-NILAI INJILI dalam menghadapi GAYA HIDUP MODERN.

Apa saya terpanggil untuk hadir dalam pertemuan lingkungan di Bulan Kitab Suci? Semoga.

Lihat Juga:

BKSN (WM) Lainnya...

Renungan Harian

Senin, 27 Mei 2019

Hari Biasa Pekan VI Paskah "Untuk mendapatkan pengampunan, apakah engkau akan pergi kepada Bunda Maria atau kepada malaikat? Tidak. Apakah mereka...

Selengkapnya

Jadwal Misa Rutin

Sabtu Pukul 16:30
  Pukul 19:00
 
Minggu Pukul 06:30
  Pukul 09:00
  Pukul 11:30
  Pukul 16:30
  Pukul 19:00

Selengkapnya

Kalender Liturgi