Kemanusiaan di Mata Allah (Tema 1 BKSN)

 Amideus Chadikun  |     28 Aug 2016, 16:25

Mendiang Presiden Soekarno pernah menjelaskan secara ringkas sila ke-dua Pancasila dengan mengatakan "kemanusiaan adalah alam manusia." Sebab itu, bila kita merendahkan dan mencelakakan manusia lain berarti kita telah melanggar kemanusiaan.

Nilai-nilai kemanusiaan dapat kita telusuri dan temui juga dalam berbagai kisah, hukum dan ajaran Alkitab. Salah satu perikop yang memuat nilai-nilai kemanusiaan dan jadi acuan pengajaran di Bulan Kitab Suci 2016 adalah Imamat 19:13-18. Ini bisa dipakai untuk pengajaran tentang perlakuan kita pada sesama secara manusiawi, adil, dan beradab.

Kemanusiaan di Mata Allah (Tema 1 BKSN)

Hukum dan aturan yang berada dalam kitab ketiga Taurat ini yang diberikan oleh Allah kepada bangsa Israel di waktu yang lalu masih relevan untuk zaman sekarang. Mengingat persoalan sosial yang sama masih saja terjadi. Sebut saja, fenomena pungutan liar, korupsi, pemotongan dana untuk orang miskin, pengupahan yang tak adil, penjualan produk kadaluwarsa, kasus vaksin palsu, dan sebagainya.

Belum lagi, terjadi kontradiksi dan kepalsuan dalam hidup bermasyarakat. Masih adanya oknum-oknum berkampanye tentang pemberantasan korupsi lewat berbagai media tetapi justru terjerat pada pasal-pasal antikorupsi. Ada juga hakim yang mempermainkan keadilan dan memperjualbelikan hukum sementara mereka telah berjanji untuk memenuhi kewajibannya sebagai hakim yang adil. Di tingkat akar rumput, begitu mudah terjadi konflik sangat besar yang dipicu masalah sepele. Sementara, hukum rimba yang mengusung semangat mata ganti mata dan gigi ganti gigi masih terjadi.

Pertanyaannya, sebegitu sulitkah memaknai hukum yang terutama "Kasihilah Tuhan Allahmu" yang tak lepas dari hukum "kasihilah sesamamu manusia?" Mari belajar dari tokoh Kitab Suci.

Rasul Paulus, misalnya, meski sibuk melakukan pewartaan, tetap mengingat dan memperhatikan orang-orang miskin dan terlantar (Bdk. Galatia 2: 9-10). Lalu, ada kisah orang Samaria yang baik hati yang tidak menimbang-nimbang dahulu untung rugi saat mau menolong sesama yang menderita.

Marilah kita bersyukur karena Allah telah memberikan Kitab Suci sebagai cermin dan sekaligus petunjuk bagi kita untuk mewujudkan kemanusiaan yang adil dan beradab. Kita dipanggil untuk meneladani nilai-nilai luhur yang diajarkan oleh Yesus untuk senantiasa setia mengasihi sesama, rela berkorban, dan bersedia menjadi "Garam dan Terang Dunia." Kita mulai dari diri sendiri dan keluarga.

Lihat Juga:

BKSN (WM) Lainnya...

Renungan Harian

Kamis, 17 Oktober 2019

Bacaan Liturgi Kamis 17 Oktober 2019 PW S. Ignasius dari Antiokhia, Uskup dan Martir Bacaan Pertama Rom 3:21-30 Saudara-saudara, tanpa hukum Taurat,...

Selengkapnya

Jadwal Misa Rutin

Sabtu Pukul 16:30
  Pukul 19:00
 
Minggu Pukul 06:30
  Pukul 09:00
  Pukul 11:30
  Pukul 16:30
  Pukul 19:00

Selengkapnya

Kalender Liturgi