Memaknai Pancasila dalam Terang Sabda (Pengantar BKSN)

 JA Gianto  |     28 Aug 2016, 15:28

Pancasila sebagai dasar negara sudah terbukti menemani dan menjaga Bangsa Indonesia sejak awal kemerdekaan sampai sekarang menjadi bangsa yang utuh dalam Negara Kesatuan RI. Nilai-nilai luhur digali dari bumi Indonesia sudah ribuan tahun mengendap jauh sebelum datangnya masa penjajahan.

Memaknai Pancasila dalam Terang Sabda (Pengantar BKSN)

Kerajaan Sriwijaya dan Majapahit merupakan bukti bahwa manusia Indonesia yang hidup di bumi Nusantara pernah berjaya di dunia. Perumusan Pancasila seperti yang tercantum dalam pembukaan UUD 45 merupakan hasil musyawarah dan mufakat yang melelahkan dari berbagai golongan yang mempunyai kepentingan berbeda.

Lalu, apa hubungannya dengan Sabda Allah yang tertuang dalam Kitab Suci? Apakah akan menjadi pemicu iman transeden menuju iman berpusat pada dunia (sekuler). Lho, Gereja Katolik mau terlibat lagi mencampuri urusan negara seperti di abad pertengahan yang mana kekuasaan gereja begitu merajalela sehingga terlibat langsung dalam pemerintahan negera. Bagaimana mengaitkan nilai-nilai luhur yang merupakan intisari dari peradaban bangsa Indonesia ribuan tahun dengan keyakinan/nilai-nilai yang sangat dipengaruhi oleh budaya Yahudi dan Yunani?

Jawabannya, "sangatlah relevan". Kalau memang bisa, apa manfaat memahami Pancasila bagi umat Katolik? Bukankah kita hanya kelompok kecil dengan suara yang terlalu lemah untuk bisa terdengar?

Bapak Uskup menyadari sikap apatis umat Katolik yang dikarenakan belum memahami dengan benar pentingnya Pancasila bagi Bangsa Indonesia dan umat Katolik. Sebab itu, Arah dan Dasar KAJ mempunyai tema pokok "Amalkan Pancasila". Uskup meyakini, bila umat Katolik ikut mengamalkan Pancasila berarti juga ikut melaksanakan Sabda Tuhan. Dan, sekaligus menjadi garam dalam membentuk karakter bangsa yang mengakui adanya Tuhan, menghormati kemanusiaan, menjaga persatuan, menghormati kedaulatan rakyat, dan memberi keadilan.

Sila pertama merupakan roh sila yang lain yang dibahas secara implisit dalam empat pertemuan di Bulan Kitab Suci:

  • Tema 1: "Kemanusiaan di Mata Allah", Im 19:13-18; membahas sila ke-dua.
  • Tema 2: "Bersatu dalam Kasih Allah", Yes 11:1-10; membahas sila ke-tiga.
  • Tema 3: "Kepemimpinan dalam Hikmat Allah", Kis 15:1-21, membahas sila ke-empat.
  • Tema 4: "Keadilan Sosial Menurut Kerahiman Allah", Mat 20:1-16: membahas sila ke-lima.

Maukah kita menjawab ajakan ini dengan ikut hadir dalam pertemuan Bulan Kitab Suci? Yuk!

Lihat Juga:

BKSN (WM) Lainnya...

Renungan Harian

Kamis, 21 Maret 2019

Hari Biasa Pekan II Prapaskah Dengan berbagai macam cara Tuhan menghimpun bangsa manusia supaya pantas menerima keselamatan (St. Ireneus) Antifon...

Selengkapnya

Jadwal Misa Rutin

Sabtu Pukul 16:30
  Pukul 19:00
 
Minggu Pukul 06:30
  Pukul 09:00
  Pukul 11:30
  Pukul 16:30
  Pukul 19:00

Selengkapnya

Kalender Liturgi