Panggung

  7 Jan 2017, 15:55

Merupakan tempat yang tinggi. Namun, panggung juga bisa berkonotasi tempat untuk meninggikan diri. Agar lebih dikenal. Agar lebih populer. Semua orang butuh panggung, agar orang lain mengenal siapakah dia. Panggung kadang berubah menjadi ajang kompetisi tidak sehat.

Dunia selebritas mengenal Hollywood sebagai panggung paling spektakuler. Almarhum Elvis Presley merupakan salah satu ikon panggung Hollywood. Tahun 1962, di karpet merah panggung Kodak Theater di Hollywood, Elvis mendaratkan ciuman mesra di bibir Dolores Hart, bintang cantik dan populer saat itu.

Aksi tersebut kontan membuat pemberitaan tentang Elvis dan Dolores mendunia. Gosip Hollywood meniupkan Elvis jatuh cinta dan akan menikahi Dolores. Bahkan, sejak Elvis dan Dolores main bareng di film berjudul Loving You (1957), Elvis telah menyatakan jatuh cinta pada kecantikan Dolores.

Itulah penampilan Dolores terakhir sebelum menghilang. 50 tahun kemudian, setelah dikabarkan menghilang, Suster Dolores Hart, muncul kembali di karpet merah panggung Academy Award untuk menerima penghargaan film dokumenter God Is the Bigger Elvis, yang mendapat nominasi Academy Award for Best Documentary, namun kali ini dengan pakaian suster.

Dari gemerlapnya panggung Hollywood, suster kelahiran Chicago, Illinois, 20 Oktober 1938, memilih menjadi rahib dan tinggal di panggung Tuhan di Biara Benediktin di Bethlehem, Connecticut, AS. Di sana, beliau dikenal sebagai suster rahib bernama Rev. Mother Dolores Hart OSB (Ordo Sancti Benedicti).

Menjadi suster rahib tidak sama dengan kehidupan para suster biarawati atau suster religius lainnya, yang lebih 'fleksibel' dalam berkarya dan pergaulan sosial. Menjadi anggota OSB berarti hidup dan tinggal di sebuah biara klooster alias tertutup untuk umum. Hanya pada jam-jam dan hari-hari tertentu saja, boleh dikunjungi dan bertemu orang lain.

Inilah pilihan Suster Dolores Hart, OSB, sebuah panggung yang berbeda. Dolores seperti ingin mengisi ruang kosong tempat sering muncul pertanyaan tentang arti dan makna perjalanan manusia dalam menjawab panggilan Tuhan. Pilihan Suster Dolores tidak salah, dia tetap mendapatkan panggung dan karpet merah yang lebih mulia.

Minggu ini, Gereja MBK kedatangan para Frater Kamelit, mereka mengadakan aksi panggilan mengundang para Orang Muda Katolik. Mereka juga mengadakan operet untuk umat MBK, dengan tema Vacare Deo, pada 10 Januari 2017. Selain itu, Gereja MBK juga meresmikan Asri-MBK (Ayo Seminari-MBK), untuk membantu pendidikan para Seminaris.

Lihat Juga:

Editorial (WM) Lainnya...

Renungan Harian

Selasa, 22 Agustus 2017, Peringatan Wajib SP. Maria, Ratu

Bacaan dari Kitab Hakim-Hakim (6:11- 24a) Pada zaman para hakim datanglah Malaikat Tuhan dan duduk di bawah pohon tarbantin di Ofra, milik Yoas,...

Selengkapnya

Jadwal Misa Rutin

Sabtu Pukul 16:30
  Pukul 19:00
 
Minggu Pukul 06:30
  Pukul 09:00
  Pukul 11:30
  Pukul 16:30
  Pukul 19:00

Selengkapnya

Kalender Liturgi