Maria

  16 Jul 2017, 02:15

Pada Minggu, 16 Juli 2017, Paroki Tomang, Gereja Maria Bunda Karmel (MBK) merayakan pesta nama paroki. Tahun ini (2017) - Gereja MBK mengusung tema tahun Lingkungan - perayaan pesta nama agak istimewa, karena bertepatan dengan perayaan 45 tahun Paroki Tomang, Gereja MBK.

Angka 45 (empat puluh lima) menujuk pada sebuah kedewasaan dan kematangan dalam segala hal. Di Jawa, angka 45 (patmo) dimaknai sebagai sebuah berkat dari Tuhan. Angka 45 juga dimaknai sebagai berkat yang menandai tahun kemerdekaan Republik Indonesia.

Gunung Karmel, merupakan sebuah gunung di dataran Galilea, Palestina yang menjadi terkenal pada zaman Nabi Elia, sebelum Yesus Kristus dilahirkan. Bermula dari sekelompok pertapa yang meneladan Nabi Elia di Gunung Karmel, sekira tahun 1154, para pertapa ini menghormati dan berdevosi kepada Maria Bunda Allah, sebagai Santa Perawan Maria dari Gunung Karmel.

Sekira tahun 1238, kelompok Karmelit pertama mulai berpindah ke Eropa. Mereka berpindah karena terganggu gejolak politik dan kerusuhan yang berkesinambungan di tanah suci - gunung Karmel dekat kota Haifa - yang hingga saat ini pun masih terus bergejolak, konflik dan kekerasan terus terjadi antara Palestina dan Israel.

Pada tanggal 16 Juli 1251, Bunda Maria menampakkan diri kepada Santo Simon Stock serta memberinya skapulir cokelat. Bunda Maria menjanjikan perlindungannya kepada mereka semua yang mengenakan skapulir. "Skapulir ini akan menjadi keselamatan bagimu dan bagi semua Karmelit. Setiap orang yang meninggal dalam kebiasaan berdoa dengan mengenakan skapulir ini akan diselamatkan."

Santo Paus Pius X, yang bertahta tahun 1903-1914 mengatakan, kaum awam juga dapat memperoleh berkat yang sama jika mereka mengenakan medali skapulir. Medali tersebut bergambar Santa Perawan dari Skapulir di satu sisinya dan Hati Kudus di sisi lainnya. Simon Stock meninggal di Bordeaux, Perancis pada tahun 1265. Inilah peristiwa suci yang mendasari hubungan antara Maria Bunda Karmel dengan Skapulir cokelat.

Skapulir cokelat juga dikenakan oleh Suster Cecilia Maria, biarawati Karmelit asal Santa Fe, Argentina, saat meninggal dunia pada Sabtu (25/6/2016) di usia 43 tahun akibat kanker lidah dan paru-paru. Wajahnya yang tersenyum memancarkan damai dan sukacita, menjadi viral lewat media dan media sosial di seluruh dunia.

Mari kita sambut pesta nama Paroki Tomang, Gereja Maria Bunda Karmel dengan penuh suka cita.

Lihat Juga:

Editorial (WM) Lainnya...

Renungan Harian

Selasa, 19 September 2017, Hari Biasa Pekan XXIV

Bacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada Timotius (1Tim 3:1-13) Saudara terkasih, benarlah perkataan ini, "Orang yang menghendaki jabatan...

Selengkapnya

Jadwal Misa Rutin

Sabtu Pukul 16:30
  Pukul 19:00
 
Minggu Pukul 06:30
  Pukul 09:00
  Pukul 11:30
  Pukul 16:30
  Pukul 19:00

Selengkapnya

Kalender Liturgi