Dokter

  29 Oct 2017, 13:08

24 Oktober, lalu dirayakan sebagai Hari Dokter Nasional, namun ada yang beranggapan juga diperingati sebagai Hari Kesehatan Nasional. Sebenarnya, lebih tepat dikatakan sebagai hari lahirnya Organisasi Profesi Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Tanggal 24 Oktober dipilih sebagai penanda saat Dokter Soeharto memperoleh legalitas IDI dari notaris.

Dokter

Sesudah Indonesia merdeka, pada 30 Juli 1950, Perkumpulan Dokter Indonesia dan Persatuan Thabib Indonesia menyelenggarakan rapat guna membuat organisasi yang menaungi profesi dokter di Indonesia. Atas usul Dokter Seno Sastromidjojo dibentuklah Panitia Muktamar Perkumpulan Dokter Indonesia (PMPDI), yang diketuai Dokter Bahder Djohan.

Muktamar I Ikatan Dokter Indonesia (MIDI) digelar 22-25 September 1950, di Jakarta. Dalam Muktamar tersebut, Dokter Sarwono Prawirohardjo terpilih menjadi Ketua Umum IDI pertama. Setelah Ketua Umum terbentuk dan nama Ikatan Dokter Indonesia disetujui forum, Dokter Soeharto, pada 24 Oktober 1950 lalu menghadap notaris untuk memperoleh dasar hukum berdirinya perkumpulan dokter dengan nama Ikatan Dokter Indonesia yang disingkat IDI.

Nama yang tercantum dalam akta IDI tersebut adalah, Dokter Soeharto, Dokter Sarwono Prawirohardjo, Dokter R Pringgadi, Dokter Puw Eng Liang, Dokter Tan Eng Tie, dan Dokter Hadrianus Sinaga. Sejak saat itu, tanggal 24 Oktober ditetapkan sebagai hari lahirnya Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Sering kali saat misa berlangsung di gereja Maria Bunda Karmel, tiba-tiba petugas media liturgi menayangkan running text, yang terbaca jika ada umat yang berprofesi sebagai dokter dimohon segera ke Ruang Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan/Kesehatan (P3K) di depan sekretariat. Biasanya, mereka yang berprofesi dokter langsung terpanggil melayani, meski misa sedang berlangsung.

Di Paroki Tomang, Gereja MBK memiliki Seksi Kesehatan, yang dikomandani Dokter Emilia Emmy Kawedar. Wakil Ketua Seksi, Dokter Ratna. Poli Gigi: Drg Oky, Poli Umum: Dokter Devijanti Hermawan, Taman Gizi: Dokter Eka Elias, Dokter Tinawati Gunawan.

Selain mengelola Balai Pengobatan Umum (BPU) Paroki Tomang, Gereja MBK, seksi ini juga banyak melakukan program pelayan rutin. Semua umat bisa melayani, seperti yang dilakukan Legio Maria Presidium Pohon Sukacita Kami. Presidium ini juga telah melayani selama 37 tahun. Tidak ada kata terlambat untuk melayani.

Lihat Juga:

Editorial (WM) Lainnya...

Renungan Harian

Rabu, 22 November 2017, Peringatan Wajib Sta. Sesilia, Perawan dan Martir

Bacaan dari Kitab Kedua Makabe (7:1.20-31) Pada waktu itu ada tujuh orang bersaudara beserta ibunya ditangkap. Dengan siksaan cambuk dan rotan mereka...

Selengkapnya

Jadwal Misa Rutin

Sabtu Pukul 16:30
  Pukul 19:00
 
Minggu Pukul 06:30
  Pukul 09:00
  Pukul 11:30
  Pukul 16:30
  Pukul 19:00

Selengkapnya

Kalender Liturgi