Asri-MBK: Ayo Membantu Pendidikan Para Seminaris

 beenje  |     7 Jan 2017, 15:16

Tidak semua yang dipanggil berasal dari keluarga yang mampu secara finansial. Ini yang mendasari keinginan Nixon Jacobus Silfanus dan beberapa anggota Dewan Paroki Harian (DPH) Gereja Maria Bunda Karmel untuk membentuk ASRI-MBK (Ayo Seminari-Maria Bunda Karmel), yang soft launching sekaligus hari lahirnya ASRI-MBK dilaksanakan pada 8 Januari 2017.

"Mengapa ASRI, ini berangkat dari keprihatian kita karena jumlah panggilan sebagai imam makin menurun sedangkan perkembangan umat makin meningkat. Rasio antara imam dan umat sangat tidak memadai. Di MBK sendiri rata-rata seorang imam melayani sekitar 4.000-an umat. Idealnya sekira 1.500-2.000 umat," ungkap Wakil DPH Gereja MBK ini.

Bagi Gereja Katolik, imam menjadi ujung tombak pelayanan sakramen dan kehidupan menggereja bagi seluruh umat Katolik. Selain itu, biaya pendidikan imam juga sangat mahal, apalagi jika harus dibebankan kepada Ordo, Konggregasi, atau Keuskupan.

Sebagai ilustrasi, untuk pendidikan seminaris di Seminari Menengah - setingkat SMA - dibutuhkan dana sekira Rp30 jutaan. Biaya tersebut untuk biaya pendidikan satu tahun, plus biaya makan dan minum, plus biaya asrama. "Biaya sebesar itu, apabila dibebankan kepada Keuskupan atau Paroki asal seminaris memang cukup berat," kata Nixon.

Dari runutan tersebut di atas, menurut Nixon, tidak salah apabila ASRI-MBK mengambil dasar spiritualitas dari Luk 10:2, tuaian memang banyak, tapi pekerja sedikit... serta dariYeremia 3:15, gembala-gembala akan Ku-angkat bagimu sesuai dengan hati-Ku.

"Ekaristi adalah puncak iman kita. Gereja menimba hidup dari Ekaristi - Ecclesia de Eucharistia vivit. Tidak pernah ada Ekaristi tanpa seorang imam dan begitu pula sebaliknya," tambah Nixon.

Untuk itulah, Nixon berharap ASRI-MBK bisa menjadi wadah utama umat Katolik yang ingin berpartipasi dalam mendukung biaya pendidikan calon imam. "Tidak ada batasan berapa pun nilainya. Perlu saya tegaskan, partisipasi dukungan dana tersebut untuk seminari seluruh Indonesia. Bukan hanya yang di pulau Jawa atau Ordo Karmel. Semua," kata Nixon.

Gerakan SERBU

Nixon menjelaskan, ASRI-MBK yang berada di bawah naungan Gereja MBK, akan mengumpulkan, mengelola dan mengembangkan dana untuk pendidikan calon imam secara profesional, transparan dan akuntabel. Selain itu, ASRI-MBK juga akan menggali potensi umat untuk berkontribusi dalam pendidikan calon imam secara nyata, sesuai dengan kemampuan masing-masing.

"ASRI-MBK adalah sebuah gerakan untuk mengajak umat ikut ambil bagian dalam panggilan imamat yang mulia ini. Kita ketahui Ordo/Konggregasi/Keuskupan sangat butuh uluran tangan dan partisipasi umat. Karena ini sebuah gerakan bersama umat, selain uluran tangan umat berupa dana sumbangan langsung dan gerakan SERBU," jelas Nixon.

Gerakan SERBU, merupakan kepanjangan dari menabung seribu rupiah oleh umat disertai dengan doa agar benih-benih panggilan bisa bersemi kembali. Soal pendistribusian bantuan pendidikan?

"Bantuan kita berikan kepada seminaris yang benar-benar membutuhkan. Tidak terbatas hanya seminaris yang masih belajar di Seminari Menengah, namun juga para Frater yang belajar di Seminari Tinggi, di seluruh Indonesia," jelas Nixon.

Tujuan ASRI-MBK ingin membantu pendidikan calon Imam secara total. Baik yang masih menempuh pendidikan di Seminari Menengah (setingkat SMA), maupun yang sudah menempuh pendidikan di Seminari Tinggi (Perguruan Tinggi).

"Sekali lagi saya tegaskan, bantuan ASRI-MBK adalah untuk para siswa yang masih menempuh pendidikan baik di Seminari Menengah maupun Seminari Tinggi. Jika mereka gagal atau keluar, ya otomatis bantuan berhenti," jelas Nixon.

"Berapa lama bantuan diberikan? Selama masa pendidikan. Sesuai aturan Seminari Menengah dan Seminari Tinggi. Tentunya, pihak Seminari akan memberikan laporan status dan progres para siswa yang mendapat bantuan. Lalu, ASRI-MBK akan mengevaluasi," ujar Nixon menutup pembicaraan.

Lihat Juga:

Fokus (WM) Lainnya...

Renungan Harian

Sabtu, 16 Desember 2017, Hari Biasa Pekan II Adven

Bacaan dari Kitab Putra Sirakh (48:1-4.9-11) Dahulu kala tampillah Nabi Elia bagaikan api. Perkataannya membakar laksana obor. Dialah yang...

Selengkapnya

Jadwal Misa Rutin

Sabtu Pukul 16:30
  Pukul 19:00
 
Minggu Pukul 06:30
  Pukul 09:00
  Pukul 11:30
  Pukul 16:30
  Pukul 19:00

Selengkapnya

Kalender Liturgi