Perdamaian Dunia dan Maria Bunda Allah

 Antonius Joni  |     31 Dec 2017, 09:19

Tahun Baru merupakan momen yang penting dalam kehidupan terutama untuk merenungkan (introspeksi) kinerja yang telah dicapai, sekaligus merencanakan kembali perjalanan hidup selama setahun ke depan. Dalam menyambut Tahun Baru, banyak orang yang membuat resolusi baru mengenai harapan dan tujuan yang ingin dicapai. Di samping itu mayoritas orang di seluruh dunia pun merayakan pesta menyambut tahun baru dengan perayaan besar seperti pertunjukan musik, parade, dan kembang api.

Perdamaian Dunia dan Maria Bunda Allah

Di balik semua pesta besar itu, dalam mengawali tahun baru, Gereja merayakan Hari Perdamaian Sedunia yang merupakan upaya gereja untuk lebih memperhatikan makna perdamaian dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Peringatan ini juga bertepatan dengan perayaan Maria Bunda Allah.

Berkaitan dengan Hari Raya Maria Bunda Allah, Romo Heribertus pernah menerangkan bahwa Maria Bunda Allah dirayakan setiap tanggal 1 Januari bertepatan dengan Tahun Baru yang dirayakan oleh seluruh umat di dunia. Maria memang Bunda Yesus, tetapi mengapa Maria diberi gelar Bunda Allah? Kalau begitu apakah berarti Allah itu mempunyai Ibu? Itulah beberapa pertanyaan yang dilontarkan oleh Romo Heri.

Kemudian romo menjelaskan bahwa Maria adalah Bunda Allah karena Yesus Anaknya adalah sungguh-sungguh Allah. Gelar Bunda Allah itu diberikan karena Maria melahirkan Yesus yang dalam pribadi-Nya terdapat kodrat Ilahi. Kalau kita mengakui Yesus sebagai Allah, maka kita pun mengakui Maria sebagai Bunda Allah. Merayakan Hari Raya Maria Bunda Allah juga berarti memberikan penghormatan kepada Bunda Maria. Kemulian Maria sebagai Bunda Allah adalah cermin kemulian Anaknya, yaitu Yesus, Tuhan dan Penebus umat manusia.

Dengan peringatan Hari Perdamaian Sedunia dan Perayaan Santa Perawan Maria Bunda Allah, kita diajak untuk membawa damai kepada sesama manusia dalam kehidupan sehari hari. Perdamaian merupakan pesan universal yang telah diberikan oleh Yesus. Dalam Yohanes 14:27 Yesus bersabda "Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu, Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu."

Dalam mengawali tahun yang baru ini, setiap orang pasti merindukan agar tahun ini lebih baik dari tahun kemarin. Dan tentunya ada persoalan yang muncul dalam mewujudkan resolusi dan harapan baru untuk menjadi lebih baik. Tetapi kita bisa meneladani Maria Bunda Allah untuk menerima, menyimpan, merenungkan, dan menemukan makna di setiap peristiwa hidupnya, sambil terus menciptakan suasana damai di hati kita dan sesama.

SELAMAT HARI RAYA BUNDA ALLAH, SELAMAT TAHUN BARU 2018

(Antonius Joni)

Lihat Juga:

Fokus (WM) Lainnya...

Renungan Harian

Rabu, 24 Januari 2018, Peringatan Wajib St. Fransiskus De Sales

Bacaan dari Kitab Kedua Samuel (7:4-17) Waktu itu Raja Daud ingin mendirikan rumah bagi Tuhan. Maka datanglah Tetapi pada sabda Tuhan kepada Natan,...

Selengkapnya

Jadwal Misa Rutin

Sabtu Pukul 16:30
  Pukul 19:00
 
Minggu Pukul 06:30
  Pukul 09:00
  Pukul 11:30
  Pukul 16:30
  Pukul 19:00

Selengkapnya

Kalender Liturgi