Pedoman Gerakan Hari Pangan Sedunia (HPS) - Keterlibatan Gereja Dalam Hal Pangan

  27 Oct 2010, 22:18

A. PENDAHULUAN

Pedoman Gerakan Hari Pangan Sedunia (HPS) - Keterlibatan Gereja Dalam Hal Pangan

1. Perayaan Ekaristi adalah pusat dan puncak perayaan iman, perayaan syukur akan kenangan yang sekaligus penghadiran kembali Yesus yang menjadikan diri-Nya sumber makanan dan minuman, yang dilambangkan dalam rupa roti dan anggur bagi keselamatan hidup umat manusia. Dengan demikian Ekaristi bisa menjadi jiwa kemanusiaan untuk mengembangkan ketersediaan pangan yang menyejahterakan bagi semua orang.

2. "Terpujilah Engkau ya Tuhan, Allah semesta alam, sebab dari kemurahan-Mu kami menerima roti yang kami siapkan ini. Inilah hasil dari bumi dan dari usaha manusia yang bagi kami akan menjadi roti kehidupan". Doa Liturgi Ekaristi ini mau menunjukan dan menegaskan bahwa bumi adalah yang memberi kehidupan, manusia yang mengusahakan kehidupan dan Allah yang menyelenggarakan kehidupan. Manusia harus mau terbuka dan bekerjasama dengan Allah untuk mengusahakan agar bumi memberi kehidupan yang cukup bagi banyak orang.

3. Pesan perutusan Yesus dalam Ekaristi sangat jelas dan tegas. Menjadikan dirinya untuk dibagi-bagi dan menjadikan makanan kehidupan bagi banyak orang. "Kamu harus memberi mereka makan". Yesus menyadarkan kepada para murid bahwa pentingnya berbagi dalam memenuhi pangan bagi banyak orang.

4. Segalanya menjadi sangat mungkin ketika seseorang yang memiliki terbangun dan tergerak untuk berbagi satu sama lain. Sehingga tidak ada lagi yang berkekurangan dan tidak ada lagi yang berkelebihan. Bahwa permasalahan hidup dan kehidupan manusia saat ini terancam karena kerusakan alam karena ulah manusia sendiri seperti pemanasan global yang menyebabkan terjadinya bencana alam menjadi keprihatinan mendasar. Disamping itu ketidakadilan di segala bidang menyebabkan jurang pemisah yang mengusik iman kristiani.

B. BIDANG KERJA HPS

5. Atas dasar Spiritualitas HPS, Gereja Katolik terpanggil dan mendorong umat dan masyarakat untuk menumbuhkan dan mengembangkan ketersediaan pangan yang berdaulat, berkeadilan dan berkelanjutan bagi kesejahteraan hidup manusia dan keutuhan ciptaan. Gerakan ini berangkat dari pencitraan kembali Allah dalam kehidupan manusia.

6. Oleh karena itu, untuk menindaklanjuti Temu Delsos di Yogyakarta, agar gerakan moral HPS Gereja mampu menumbuhkan dan mengembang-kan kesadaraan akan pencitraan kembali keha-diran Allah dalam hal pangan, maka kegiatan stra-tegis yang perlu diperhatikan Gereja adalah:Produsen: Meningkatkan kemampuan petani dalam produksi pangan dan ketrampilan mengolah pangan yang sehat, bermutu dan berkelanjutan; termasuk nelayan.

Konsumen: Meningkatkan kesadaran akan pangan yang sehat dan bermutu; mengembangkan keanekaragaman pangan lokal meningkatkan pe-ngetahuan tentang gizi dan teknologi pangan.

Modal: Mengembangkan permodalan yang dapat diakses dan dan untuk petani, termasuk tanah, sarana produksi, modal kerja; dalam halini berkaitan dengan upaya mengembangkan Lembaga Keuangan Mikro di daerah.

Pasar: Mengembangkan pasar yang berkeadilan dan berkelanjutan; mengembangkan relasi produsen dan konsumen (antara paroki pedesaan dan paroki kota).

Jaringan: Mengembangkan kerjasama kolaboratif antar pemangku kepentingan pangan yang saling memberdayakan.

Teknologi: Mengembangkan teknologi tepat guna yang ramah lingkungan, termasuk benih, peralatan pertanian, pembuatan pupuk, bio-energi teknologi pengolahan pangan.

Lumbung Pangan: Mengembangkan ketersediaan pangan yang sehat, ber-mutu, beranekaragam dan berkelanjutan dalam sistem lumbung pangan.

Pemberdayaan Alam: Mengelola Sumberdaya alam yang tidak merusak dan menjamin berkelanjutan untuk kesejahteraan

C.PEMILIHAN STRATEGI GERAKAN

7. Gerakan HPS sebagai sebuah proses penyadaraan akan terus bergerak dan bergulir sejauh ada yang menggerakkan dan menggulirkan. Spiritualitas HPS inilah yang mampu menggerakkan orang untuk tergerak, bergerak dan menggerakan. Oleh karena itu dibutuhkan PENGGERAK HPS, baik di tingkat nasional (KWI), regio, keuskupan, paroki, stasi, dan lingkungan-lingkungan, atau juga di bidang kategorial (WKRI, sekolah, kaum muda dsb). Penggerak HPS di setiap tingkat ini memainkan peran dan fungsinya masing-masing.

8. Penggerak HPS ini memiliki kompetensi untuk menganimasi, memotivasi dan mefasilitasi terjadinya gerakan HPS sebabai sebuah proses yang berkelan-jutan. Oleh karena itu, penyediaan Penggerak HPS yang cukup dan handal dibidangnya menjadi sebuah alternatif pilihan strategi gerakan HPS.

D.PEMILIHAN PROGRAM GERAKAN

9. Tingkat Nasional (KWI): Sharing pengalaman Gerakan HPS Gereja. Sejauh mana pengertian dan pemahaman yang utuh mengenai HPS ditangkap oleh masing-masing keuskupan. Bagaimana mekanisme gerakan HPS Gereja tergulirkan sampai ke kelompok basis. Sejauh mana kerjasama kolabo-ratif terjadi dengan pihak-pihak lain dalam rangka gerakan moral HPS Gereja, dll.

10. Tingkat Regional/Keuskupan/Paroki

a. Pelatihan Penggerak HPSb. Kerjasama kolaboratif dengan pihak-pihak terkait dalam gerakan HPSc. Membangun media komunikasi Gerakan HPS Gerejad. Mengumatkan Pesan/Surat Gembala yang menggerakkan umat untuk berpartisipasi dalam gerakan HPS.

Sekretariat HPS KWI

A Cut Mutiah 10 Jakarta 10340Telp/Fax (021) 31923527 Jl. Tainan Srigunting 10 Semarang 50174Telp/Fax (024) 3545962

Website: www.haripangan.ne

Lihat Juga:

HPS (WM) Lainnya...

Renungan Harian

Jumat, 14 Desember 2018

Peringatan Wajib St. Yohanes dari Salib, Imam dan Pujangga Gereja Di dalam Kristus ada lubuk-lubuk dalam yang masih harus didugai, yang selamanya...

Selengkapnya

Jadwal Misa Rutin

Sabtu Pukul 16:30
  Pukul 19:00
 
Minggu Pukul 06:30
  Pukul 09:00
  Pukul 11:30
  Pukul 16:30
  Pukul 19:00

Selengkapnya

Kalender Liturgi