Pilihan Ada Di Tanganmu

  20 Aug 2010, 18:08

"Apa yang kita alami sekarang adalah hasil pilihan kita di masa lalu. Apa yang akan kita pilih selanjutnya akan menentukan masa depan kita"

Siapakah anda, jika anda boleh memilih?

Apa yang akan anda lakukan ketika dihadapkan pada dua pilihan yang membingungkan?

Seberapa waktu yang selalu anda gunakan untuk memilih?

Apakah pilihan anda sudah tepat?

Bagaimana menetapkan pilihan yang sesuai dengan kehendak Tuhan?

Kita tidak sadar bahwa setiap detik kehidupan kita adalah PILIHAN, dari hal yang ter-kecil dan sepele sekalipun. Mau bangun pagi atau siang, mau makan ayam atau ikan, mau ke gereja atau tidak, dan mau berdoa atau tidak? Mau korupsi atau tidak, mau pacaran dengan si A atau si B? Mau menikah atau tidak, mau menikah dengan si A atau si B atau malah memilih untuk hidup membiara atau tidak?

Hidup adalah suatu pilihan. Tidak memilih juga merupakan pilihan dan semua ini membawa saya kepada pertanyaan, mengapa hidup harus selalu penuh pilihan? Apa asal muasalnya?

Seorang pastor pernah menjelaskan soal pilihan itu kepada saya. Berawal dari kisah Adam dan Hawa yang tergoda iblis memakan buah terlarang di Taman Eden, kata pastor. Adam dan Hawa masih saja merasa kurang puas padahal Allah telah memberinya begitu banyak kebebasan untuk memakan semua buah yang ada di taman Eden, kecuali buah terlarang itu. Disinilah awal mengapa manusia selanjutnya harus selalu memilih! Selanjutnya, Adam dan Hawa diusir dari Taman Eden, sehingga untuk dapat bertahan hidup, mereka harus bekerja. Ya, semua cerita kehidupan ada di dalam Alkitab. Semua jawabannya juga dapat kita temukan di sana.

Sesaat saya berfikir lalu bertanya kepada sang pastur, "Bagaimana kita tahu rancangan Tuhan itu baik atau buruk bagi kita?"

Jawab pastor, "Ada cerita di alkitab tentang kisah orang yang dilahirkan buta, siapa yang salah? Dosa orang tuanya kah? Jawabannya tentu bukan dosa siapa-siapa tapi justru dalam kelemahanmulah, Aku berkarya" (2 Korintus 12: 9)

Pelajaran lain mengenai pilihan jalan hidup juga datang dari Romo. Saya bertanya kepadanya, "Mo, kok mau sih jadi romo? Kenapa bisa terpanggil jadi romo? Bukannya lebih enak jadi dokter gigi ya? Sekali praktek, pasang behel bisa dapat rejeki berkalilipat? Kan sayang melewatkan rejeki yang berkalilipat, menyia-nyiakan talenta."

Romo menjawab, materi tidak mendatangkan ketenangan buat saya. Dalam Matius 19: 24 tertulis, lebih mudah seekor unta masuk memalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Ke-rajaan Allah. Lewat perumpaan diayat ini Tuhan mengingatkan, kekayaan seseorang tidak memudahkan dirinya masuk ke dalam surga.

Romo menambahkan, pilihannya menjadi romo bukan berarti menyia-nyiakan talenta dan rejeki yang Tuhan berikan. Allah yang memiliki cinta yang tak terbatas dan cinta yang tidak akan berkesudahan. Apapun pilihan jalan hidupmu yang kau pi-lih, Allah akan tetap dan selalu mencintai kita. "Kalau mau ikut Yesus itu, memang berat, tinggalkan hartamu, panggullah salib-Nya dan ikutlah Yesus!. Kita harus tetap setia!" ucap Romo.

Tuhan pernah bersabda; "bahwa rancangan-Ku bukanlah rancangan sakit penyakit dan kecelakaan! Rancangan-Ku adalah rancangan damai sejahtera". Sebagai orang beriman kita dapat selalu melibatkan Tuhan dalam setiap pilihan-pilihan HIDUP yang kita putuskan. Bahkan dalam tradisi agama Katolik tak jarang orang melakukan NOVENA untuk mendapatkan petunjuk dari Tuhan agar dia dapat MENGAMBIL KEPUTUSAN YANG TEPAT.

(Aan - Lingk. Antonius Padua)

Lihat Juga:

Kawula Muda (WM) Lainnya...

Renungan Harian

Jumat, 23 Agustus 2019

PF S. Rosa dari Lima, Perawan Bacaan Pertama Rut 1:1.3-6.14b-16.22 Pada zaman para hakim pernah terjadi kelaparan di tanah Israel.Maka pergilah...

Selengkapnya

Jadwal Misa Rutin

Sabtu Pukul 16:30
  Pukul 19:00
 
Minggu Pukul 06:30
  Pukul 09:00
  Pukul 11:30
  Pukul 16:30
  Pukul 19:00

Selengkapnya

Kalender Liturgi