Maria Menyimpan Segala Perkara di dalam Hatinya

 Rob. Purnomo  |     1 Jan 2017, 04:51

Kalau kita ditanya siapa wanita yang paling bahagia di dunia, mungkin pikiran kita langsung tertuju pada Bunda Maria. Wanita mana yang mempunyai kedudukan dan kehormatan lebih tinggi daripada Santa Maria?

Maria Menyimpan Segala Perkara di dalam Hatinya

Hari ini kita membuka Tahun 2017 dengan merayakan Hari Raya Santa Maria Bunda Allah.

Ternyata sebagai kata pepatah "makin tinggi pohon, semaking kencang angin menerpa", beban Bunda Maria sebagai wanita pilihan Allah sangat berat. Tetapi tiada dari beban itu yang menggoyahkan kesetiannya.

Coba kita renungkan beban dan penderitaan yang telah menimpa Maria. Dari mengadapi hujatan hamil di luar nikah, hampir ditinggalkan oleh Yosef, tunangannya, menghadapi cercaan, gosip dan tuduhan tetangga, bahkan mungkin dari orang tua dan keluarganya sendiri.

Perjalanan puluhan kilometer melewati padang gurun untuk mengunjungi Elisabet, saudaranya.

Ditolak tempat penginapan sehingga harus melahirkan anaknya di kandang domba, dikejar-kejar balatentara Herodes yang akan membunuh bayinya.... tidak berhenti sini, masih bertubi-tubi terpaan 'angin puyuh' yang memuncap pada kematian Puteranya secara hina di kayu salib.

Apa yang dilakukan Maria? "Dia menyimpan semua itu dalam hatinya". Artinya dia menerima beban itu tanpa mengeluh, tanpa protes pada Tuhan -bagaimana bisa kau perlakukan Aku yang kaupilih jadi Bunda Yesus seperti ini- Tuhan seakan-akan memalingkan muka, meninggalkan wanita yang diberinya rahmat khusus, pilihan-Nya. Ujian yang tak kunjung usai.

Tetapi Maria tetap setia. Tetap teguh memegang ucapannya: 'fiat volutas tua -terjadilah padaku menurut kehendakMu'.

Menyimpan dalam hati, tidak berarti diam dan pasif. Maria merenung, mempelajari dan mencari apa kehendak Tuhan; hasilnya merupakan pedoman untuk bertindak. Tidak tanggung-tanggung! Risiko diambilnya pergi mengarungi padang pasir mengunjungi Elisabet, saudaranya.

Tampil menolong mempelai yang hampir dipermalukan karena kehabisan anggur.

Teguh dan setia mengikuti Jalan Salib Yesus, dan lain-lain tindakan heroik yang diambilnya.

Bagaimana dengan kita? Maukan kita meneladan Bunda tersuci kita ini? Jangan berkecil hati dan berkata mana saya mampu; kalau Anda mau pasti Tuhan memberi jalan. Ayo, bangkit dan bergeraklah!

Lihat Juga:

Renungan (WM) Lainnya...

Renungan Harian

Senin, 27 Maret 2017, Hari Biasa Pekan IV

Bacaan dari Kitab Yesaya (65:17-21) Beginilah firman Allah, "Aku menciptakan langit yang baru dan bumi yang baru! Hal-hal yang dahulu tidak akan...

Selengkapnya

Jadwal Misa Rutin

Sabtu Pukul 16:30
  Pukul 19:00
 
Minggu Pukul 06:30
  Pukul 09:00
  Pukul 11:30
  Pukul 16:30
  Pukul 19:00

Selengkapnya

Kalender Liturgi