Dua Mutiara Gereja

  2 Oct 2017, 05:07

Dalam Injil Minggu ini, Tuhan Yesus mengajak kita untuk selalu sadar akan kelemahan kita, menyesalinya, dan berusaha untuk maju. Yesus bercerita tentang sikap dan tingkah laku dua orang anak terhadap bapa mereka. Anak pertama menerima suruhan dan tawaran bapanya. Di depan ayahnya ia senantiasa tampak baik, tetapi tidak di dalam hatinya. Anak yang kedua menolak tawaran dan suruhan ayahnya, tetapi kemudian rupanya ia menyesal dan melaksanakannya.

Dua Mutiara Gereja

Kiranya jelas maksud Yesus; anak pertama itu tidak maju, malah mundur. Yesus agaknya mau memberikan peringatan kepada bangsa Yahudi yang memang resmi disebut golongan terpilih. Resmi dan kelihatan baik, bangga akan nama dan status, namun kosong, oleh sebab itu tidak maju. Mereka tidak akan mencapai hidup yang mendalam dan berarti. Mereka hanya berhenti pada kesalehan luar. Anak kedua terlihat keras kepala karena menolak permintaan ayahnya. Rupanya, si anak ini kemudian menyesal, lalu diam-diam melaksanakan perintah bapanya. Anak ini bertobat. Oleh karena itu, dia mengalami kemajuan. Ia bisa mencapai hidup yang mendalam. Di sini bukan lagi nama dan status yang paling penting, melainkan sikap batin yang baik dan benar. Yesus pun mengakhiri perumpamaan dengan peringatan kepada orang Farisi: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal akan mendahului kamu masuk dalam kerajaan Allah" (Mat 21:31).

Peringatan Yesus di atas masih tetap aktual. Kita semua memang sudah memiliki nama dan status sebagai orang Katolik, pengikut Kristus. Sebuah nama dan status yang membawa kita pada kebanggaan tertentu. Namun, kita mesti tetap waspada. Jangan sampai kita terlalu berpuas diri, merasa sudah baik, sehingga kita kehilangan daya introspeksi. Kita merasa tidak butuh lagi bertobat untuk menjadi baru. Dengan demikian, hidup rohani kita datar dan tidak mendalam. Sebaliknya, mereka yang kita pandang kurang saleh dan yang kita anggap berdosa, justru memiliki kemauan kuat untuk maju dan bertobat. Menjadi pengikut Kristus bukan hanya soal kesalehan luar, melainkan soal penghayatan. Hidup Kristiani bukan soal rupa, melainkan soal isi. Seperti dalam kerang mutiara, bukan kulit tapi mutiaralah yang berharga.

Gereja Katolik sungguh beruntung karena memiliki dua mutiara yang berharga yakni Bunda Maria dan Santa Theresia Lisieux, yang kita peringati hari ini. Kedua perempuan ini sungguh-sungguh memancarkan cahaya kesalehan yang bersinar bak mutiara yang indah. Kesalehan yang memancar dari relasi mendalam dengan Allah sendiri. Bunda Maria dipilih menjadi Bunda Penebus, Yesus Kristus, Mesias yang menebus dosa manusia. Theresia Lisieux dibesarkan dalam keluarga yang saleh, menjadi biarawati Karmelit dan digelari santa pelindung karya misi. Sungguh dua mutiara Gereja yang indah tiada tara! Teladan hidup mereka yang saleh lahir batin patut menjadi panutan bagi kita. Tuhan memberkati.

(Rm. Teguh, O.Carm)

Lihat Juga:

Renungan (WM) Lainnya...

Renungan Harian

Rabu, 18 Oktober 2017, Pesta Santo Lukas, Penginjil

Bacaan dari Surat Kedua Rasul Paulus kepada Timotius (2Tim 4:10-17b) Saudaraku terkasih, Demas telah mencintai dunia ini dan meninggalkan aku. Ia...

Selengkapnya

Jadwal Misa Rutin

Sabtu Pukul 16:30
  Pukul 19:00
 
Minggu Pukul 06:30
  Pukul 09:00
  Pukul 11:30
  Pukul 16:30
  Pukul 19:00

Selengkapnya

Kalender Liturgi