Bekerja dan Melayani dengan Sepenuh Hati

 Antonius Joni  |     4 Nov 2017, 19:35

Dalam kehidupan sehari-hari, tanpa disadari setiap orang telah melakukan begitu banyak pekerjaan yang dimulai sejak kecil hingga tumbuh dewasa. Setiap hari adalah waktu yang baru dan dalam setiap hari bisa disaksikan begitu banyak usaha dan jerih payah yang dilakukan orang-orang sejak bangun tidur, mulai dari menyiapkan sarapan, belajar di sekolah, memberi tumpangan, berangkat ke kantor, mengasuh anak, serta berbagai bentuk pelayanan di lingkungan. Banyak tujuan atau alasan yang bisa ditemukan ketika seseorang melakukan pekerjaan. Mungkin dengan alasan untuk mendapatkan uang, pengalaman, posisi, gengsi, dan beberapa tujuan lainnya.

Sebagian besar orang bekerja dengan keterikatan pada keinginan hasil yang diperoleh. Orang-orang ini baru mau mengeluarkan kemampuan atau potensi yang dimiliki apabila ada imbalan yang bisa mereka dapatkan. Di sisi lain, tidak jarang dijumpai orang-orang yang mau bekerja dan melayani tanpa mengharapkan sesuatu yang dapat menguntungkan secara pribadi. Mereka berusaha meluangkan waktunya untuk melayani dengan pengabdian tanpa pamrih.

Dalam Injil hari ini, Yesus mengatakan kepada orang banyak dan para murid-Nya agar mereka sungguh-sungguh di dalam melakukan pelayanan dan pekerjaan. Semua pekerjaan yang dilakukan janganlah dengan tujuan untuk dilihat orang ataupun demi menerima penghormatan dari orang lain, melainkan harus dikerjakan dengan sepenuh hati dan penuh totalitas. Yesus pun mengkritik motivasi pelayanan dari ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi yang senang menonjolkan diri dan gila hormat. Mereka bahkan tidak melakukan apa yang mereka perintahkan kepada orang lain. Orientasi pelayanan dan pekerjaan mereka hanya untuk menerima penghormatan dan memperkaya diri sendiri.

Maka Yesus menegaskan agar setiap pekerjaan yang dilakukan harus berfokus pada pelayanan yang sepenuh hati. Yesus sendiri berkarya dan menggembalakan umat dengan penuh totalitas dan kerendahan hati. Model kepemimpinan yang ditonjolkan dalam Injil hari ini adalah orang yang mau bekerja dan melayani dengan sepenuh hati. Menjadi pemimpin berarti menjadi pelayan dan mau sepenuh hati mengorbankan waktu, tenaga, dan memberikan diri untuk kepentingan sesama dan komunitas. "Siapapun yang terbesar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu."

Lihat Juga:

Renungan (WM) Lainnya...

Renungan Harian

Rabu, 22 November 2017, Peringatan Wajib Sta. Sesilia, Perawan dan Martir

Bacaan dari Kitab Kedua Makabe (7:1.20-31) Pada waktu itu ada tujuh orang bersaudara beserta ibunya ditangkap. Dengan siksaan cambuk dan rotan mereka...

Selengkapnya

Jadwal Misa Rutin

Sabtu Pukul 16:30
  Pukul 19:00
 
Minggu Pukul 06:30
  Pukul 09:00
  Pukul 11:30
  Pukul 16:30
  Pukul 19:00

Selengkapnya

Kalender Liturgi