Akulah Pintu

 Amideus Chadikun  |     6 May 2017, 13:51

Kita tidak akan mengenal seseorang sebelum kita mengetahui cara orang tersebut memandang dirinya sendiri. Juga tidak ada gambaran yang jelas tentang seseorang selain ia sendiri mengungkapkan dirinya kepada kita. Jika Anak Allah yang melakukannya, intensitas dan nilai keterbukaan itu akan menjadi berlipat ganda.

Salah satu pernyataan Agung Yesus, "Akulah Pintu", merupakan pernyataan yang dapat menimbulkan akan kemungkinan-kemungkinan perenungan yang tidak terbatas, saat kita tergoda untuk bersemangat mengejar segala keterbukaan. Alangkah baiknya bila kita mempergunakan kata-kata yang tidak terlalu panjang untuk dibaca itu ke dalam seluruh hidup kita untuk mendalaminya.

Ada jenis kandang di perbukitan, tempat para gembala dapat membuat kandang yang sederhana agar domba-domba mereka dapat beristirahat pada malam hari. Tidak ada pintu pada kandang; hanya ada satu celah pada pagar sebagai tempat domba-domba itu keluar atau masuk. Pada malam harinya, gembala akan tidur di celah pagar itu, sehingga tidak ada seekor domba pun yang bisa keluar atau masuk tanpa melalui tubuh sang gembala. Pada jenis kandang itulah, Yesus mengatakan, "Akulah Pintu".

Dalam arti yang paling harafiah, gembala itu menjadi 'Pintu'. Kristus adalah 'Pintu': "Barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat". Yesus adalah pintu, yang senantiasa membuka diri kepada setiap orang yang datang untuk mengakui dirinya sebagai orang berdosa dan memiliki kesadaran serta kerendahan hati akan perlunya pengampunan Allah.

Dengan menerima Sakramen pengampunan dosa, maka kita telah mempersilakan Kristus menutup pintu masa lalu kita terhadap pengalaman pahit yang memecah-belah persatuan dalam keluarga maupun bangsa kita, atau rasa kesendirian ditinggalkan secara mendadak oleh orang yang sangat kita kasihi, dan kepedihan rasa bersalah berupa 'waktu yang hilang' untuk keluarga karena kesibukan.

Yesus juga menyatakan diri-Nya sebagai pintu yang akan membawa kita 'masuk dan keluar dan menemukan padang rumput'. Betapa indahnya apabila kita dilindungi dan ditopang sebagai domba-Nya, bahkan Yesus melanjutkan dengan kalimat yang sangat menenteramkan hati "Aku datang supaya mereka mempunyai hidup dan mempunyainya dalam segala kelimpahan".

Pernyataan Yesus tentang 'masuk dan keluar' dalam menemukan padang rumput, memiliki makna yang sama pentingnya. Yesus adalah pintu yang mengantarkan kita menuju hidup dalam hubungan yang penuh kepercayaan kepada Allah sebagai sumber kekuatan dan keselamatan kita dan juga pintu menuju hidup yang penuh pelayanan kasih kepada sesama kita. Jadi Yesus adalah 'pintu' menuju hidup yang berkualitas.

Jika Ia adalah pintu yang mengantarkan kita menuju kehidupan, yang menjadi ciri utama kehidupan yang Ia berikan kepada kita adalah pelayanan kasih kepada sesama. Sudahkah kita menjadikan Yesus sebagai pintu?

Lihat Juga:

Renungan (WM) Lainnya...

Renungan Harian

Sabtu, 24 Juni 2017, Hari Raya Kelahiran Santo Yohanes Pembaptis

Bacaan dari Kitab Yesaya (49:1-6) Dengarkanlah aku, hai pulau-pulau, perhatikanlah, hai bangsa-bangsa yang jauh! Tuhan telah memanggil aku sejak dari...

Selengkapnya

Jadwal Misa Rutin

Sabtu Pukul 16:30
  Pukul 19:00
 
Minggu Pukul 06:30
  Pukul 09:00
  Pukul 11:30
  Pukul 16:30
  Pukul 19:00

Selengkapnya

Kalender Liturgi