Aku Akan Memberikan Kelegaan

 Amideus Chadikun  |     8 Jul 2017, 01:29

Dalam perikop ini, Yesus memberikan gambaran bahwa Ia adalah satu-satunya Anak Allah yang sangat mengenal Bapa-Nya, yang adalah "Tuhan langit dan bumi dan hanya di dalam diri-Nya, kita dapat melihat bagaimanakah Allah itu." Yesus sangat mengetahui pikiran, kehendak, hati dan sifat Allah dan Ia ingin membagikan kepada kita atau dengan kata lain "Jalan untuk mengenal Allah dengan cara memberikan perhatian atau fokus kepada Yesus Kristus" sebab di dalam Dia, kita melihat seperti apakah Allah itu (Mat 11:25-27).

Aku Akan Memberikan Kelegaan

Yesus tidak hanya mewahyukan Bapa-Nya kepada kita, tetapi Ia juga mengundang kita untuk bersatu dengan-Nya dan datang kepada Bapa-Nya, "Marilah kepada-Ku semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberikan kelegaan kepadamu." Ajakan seperti ini biasanya disampaikan oleh seseorang yang sangat yakin akan apa yang ia miliki dan dampak bagi orang yang diajak. Yesus mengajak kita datang kepada-Nya dan dilanjutkan dengan kata-kata yang sangat lembut penuh kasih sayang "Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan."

Kata-kata ajakan ini mengalir seperti air sungai yang meliuk-liuk mencari celah dan mengairi setiap lembah yang dilaluinya sehingga selalu memberi kesuburan, kesejukan dan kelegaan bagi penduduk di sekitarnya. Artinya, ketika kita menempatkan ajakan Yesus dalam setiap liku-liku hidup kita, sesungguhnya kita akan merasakan kelegaan dan kesejukan. Syaratnya adalah memikul kuk yang dipasang Yesus.

Jika demikian, apakah yang dimaksudkan oleh Yesus dengan kuk yang Dia pasang? Bila kita membaca dan merenungkan ajakan Yesus dalam perikop ini mengingatkan kita bahwa sesungguhnya kelegaan yang hakiki hanya ada pada Yesus yaitu keheningan untuk mengarungi kedalaman cinta kasih Allah yang memperkenankan Putra-Nya mengajak kita bersama-sama merajut keletihan dan kelesuan kita dengan memikul atas dasar cinta kasih dan kerendahan hati yang telah diajarkan-Nya.

Kuk dipasangkan pada dua ekor binatang untuk bersama-sama menarik sebuah beban. Binatang yang lebih tua, lebih kuat dan terlatih biasanya dipasangkan dengan binatang yang lebih muda, sehingga yang muda itu tahu metode yang tepat untuk menarik beban dan mengikuti serta meniru yang lebih tua. Ketika kita menyerahkan beban kita yang semula kita pikul sendirian dan menanggungnya bersama Yesus, dimana Ia akan mengarahkan dan mengerahkan kekuatan terbesar untuk menarik beban itu lebih banyak dari pada yang seharusnya, sehingga beban kita menjadi ringan. Lalu, setiap dari kita, sebagai pasangan yang lebih muda, lebih lemah dan kurang berpengalaman akan belajar dari Yesus bagaimana menarik beban dengan mengikuti apa yang dilakukan-Nya dan menerima-Nya sebagai penuntun hidup kita. Disamping itu juga, Yesus ingin kita percaya bahwa Kasih dan Kesediaan-Nya jauh lebih besar daripada yang pernah kita alami dalam hubungan antar sesama manusia.

Lihat Juga:

Renungan (WM) Lainnya...

Renungan Harian

Selasa, 19 September 2017, Hari Biasa Pekan XXIV

Bacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada Timotius (1Tim 3:1-13) Saudara terkasih, benarlah perkataan ini, "Orang yang menghendaki jabatan...

Selengkapnya

Jadwal Misa Rutin

Sabtu Pukul 16:30
  Pukul 19:00
 
Minggu Pukul 06:30
  Pukul 09:00
  Pukul 11:30
  Pukul 16:30
  Pukul 19:00

Selengkapnya

Kalender Liturgi