Jawaban Atas Undangan Tuhan

 Mia Andriani  |     15 Oct 2017, 01:19

Apa yang anda rasakah ketika diundang oleh seseorang yang penting dalam hidup Anda? Tentunya Anda akan merasa bahagia dan mempersiapkan diri semaksimal mungkin untuk bertemu dengan orang tersebut. Apalagi jika si pengundang adalah orang yang memiliki kekuasaan dan jabatan yang penting. Semakin tinggi jabatan orang yang mengundang, semakin serius kita mempersiapkan diri untuk bertemu dengan si pengundang.

Jawaban Atas Undangan Tuhan

Hal sebaliknya terjadi dalam injil hari ini. Tuhan Yesus menceritakan perumpamaan tentang Raja yang mengadakan perjamuan nikah untuk anaknya. Makanan telah terhidang. Undangan telah tersebar. Tetapi, sang raja kecewa karena tidak ada satu undangan pun yang mau datang dengan berbagai alasan. Ada yang pergi ke ladang, mengurus usaha dan yang lain menangkap hamba-hambanya itu menyiksa lalu membunuhnya. Raja itu menjadi murka lalu menyuruh pasukannya membunuh dan membakar kota mereka. Dalam kekecewaannya, raja itu menyuruh hambanya pergi ke persimpangan-persimpangan jalan dan mengundang semua orang yang dijumpai di sana ke perjamuan pesta. Maka pergilah hamba-hamba itu dan mereka mengumpulkan semua orang yang dijumpainya di jalan-jalan, orang-orang jahat, dan orang-orang baik sehingga penuhlah ruang perjamuan kawin itu dengan tamu. Ketika raja itu masuk untuk bertemu dengan para tamu, ia melihat seseorang yang tidak berpakaian pesta. Sang raja menegur: "Hai saudara, bagaimana engkau masuk kemari dengan tidak mengenakan pakaian pesta?" Tetapi orang itu dia saja. Lalu raja menyuruh hambanya mencampakkan orang itu ke dalam kegelapan yang paling gelap.

Kita umat yang mengimani Kristus adalah orang yang diundang ke pesta Tuhan. Adakalanya kita bersikap seperti tamu undangan yang menolak undangan sang raja. Seringkali berbagai alasan antara lain sibuk dengan pekerjaan, memuaskan kesenangan pribadi, dan bahkan menutup hati terhadap undangan Tuhan. Padahal, Tuhan sudah menyediakan segala berkat untuk kita. Berkat yang berlimpah namun sama sekali tidak kita indahkan. Kita diberi nafas kehidupan, udara, air, kesempatan untuk mencintai, kesempatan berbuat kebaikan dan aneka rahmat yang kadang tidak kita sadari. Kita merasa bahwa semua keberhasilan yang kita raih merupakan hasil usaha sendiri. Padahal, Tuhanlah yang memiliki hak penuh atas hidup kita. Dalam waktu sedetik saja, Dia bisa mengambil hidup kita. Seperti nasib para tamu yang tidak mengindahkan undangan sang raja itu. Tuhan itulah raja kita. Dialah yang seharusnya kita sembah, kita abdi dan kita perjuangkan. Bukan malah kita sibuk dengan aneka urusan yang tidak perlu dan bahkan menjauhkan kita dari Tuhan. Tuhan mengundang semua orang dalam perjamuan tanpa memandang status atau jabatan. Namun, Tuhan juga membutuhkan kerjasama kita untuk membuka hati terhadap panggilannya. Banyak orang yang dipanggil ke dalam pesta Tuhan, tetapi sedikit yang terpilih. Sudahkan kita berpakaian pesta yang layak untuk menghadiri undangan Tuhan?

Lihat Juga:

Renungan (WM) Lainnya...

Renungan Harian

Sabtu, 15 Desember 2018

Hari Biasa Pekan II Adven Oleh karena cinta dan kuasa-Nya, Ia yang tunggal mempersatukan banyak orang pada Diri-Nya. (Beato Ishak dari Stella)...

Selengkapnya

Jadwal Misa Rutin

Sabtu Pukul 16:30
  Pukul 19:00
 
Minggu Pukul 06:30
  Pukul 09:00
  Pukul 11:30
  Pukul 16:30
  Pukul 19:00

Selengkapnya

Kalender Liturgi