Pencobaan

  19 Feb 2018, 11:52

Pencobaan atau godaan dapat dikatakan merupakan makanan kita sehari-hari. Kehendak bebas yang dianugerahkan kepada kita mengelitik sifat serakah dan egoisme kita untuk mencari enak sendiri, dan tidak mempedulikan perintah Allah. Kita cenderung mencari kuasa, cenderung mencari yang enak untuk kita tanpa peduli pada sekitar kita yang mungkin menderita akibat ulah perbuatan kita.

Dalam bacaan Injil Mrk.1:12-15 yang dibacakan pada hari Minggu 18 Februari 2018 ini mengisahkan bahwa Yesus juga dicobai. Tetapi iblis yang kalah dan Yesus tetap teguh imanNya dan melaksanakan tugasNya mewartakan Kabar Gembira dari Tuhan Allah.

Pencobaan atau godaan, bisa berbentuk macam, ada yang menjanikan keselamatan, ada yang menjajikan kebahagiaan, ada pula yang merupakan ancaman. Ada yang menyangkut perkara besar ada pula perkara kecil. Perkara kecil yang tampaknya sepele tidak jarang berubah menjadi perkara yang serius. Kita harus memilih jalan Tuhan dan menolak godaan-godaan yang datang itu.

Untuk dapat menolak godaan perlu pengendalian diri. Perlu kekuatan untuk memegang teguh pilihan yang benar. Agar dapat melakukan itu perlu latihan. Antara lain dengan berpuasa dan berpantang, yaitu menyangkal atau mengorbankan kenikmatan-kenikmatan.

Yesus juga berpuasa.

Gereja memulai masa puasa pada Rabu Abu tanggal 14 Februari kemarin. Tahun ini awal puasa diisi dengan tantangan khusus. 14 Februari adalah hari Valentine - biasanya banyak acara pesta di hari Kasih Sayang ini. Kemudian Jum'at nya hari dimana kita diwajibkan berpantang bertepatan dengan Tahun Baru Imlek. Sementara orang minta dispensasi, agar dibebaskan dari kewajiban berpantang.

Gereja KAJ minta umat untuk tetap berpantang, demi mereka yang menderita.

Sementara ada Keuskupan yang memberi dispensasi - ada dari kita yang main uportunis, ikut aturan keuskupan lain..... bukankan yang memberi dispensai juga uskup.

Selanjutnya, 40 hari masa APP selanjutnya..... yang diminta untuk kita lakukan sangat ringan, sayang banyak diantara kita yang bahkan tidak mengindahkannya..... tidak berpantang atau berpuasa.

Pertanyaannya, apakah kita layak dipercaya sebagai umat gereja, bila pengorbanan / mati raga kecil yang diminta gereja kita abaikan?

Bila kita abai dalam hal-hal kecil yang diminta dari kita, akankah nanti Yesus bersabda demikian kepada kita: "Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu (Mat.25:21). (RP)

Lihat Juga:

Renungan (WM) Lainnya...

Renungan Harian

Rabu, 22 Agustus 2018

Peringatan Wajib SP. Maria, Ratu Maria adalah seorang Ratu yang begitu manis, lemah-lembut dan begitu sedia menolong kita dalam kemalangan-kemalangan...

Selengkapnya

Jadwal Misa Rutin

Sabtu Pukul 16:30
  Pukul 19:00
 
Minggu Pukul 06:30
  Pukul 09:00
  Pukul 11:30
  Pukul 16:30
  Pukul 19:00

Selengkapnya

Kalender Liturgi