Salam Senyum Sapa

 Rob. Punomo  |     18 Mar 2017, 12:16

Beberapa waktu lalu di paroki kita digalakkan kebiasaan 3 S yaitu salam - senyum - sapa. Tiga tindakan sederhana yang bila dilakukan dengan tulus akan besar pengaruhnya. Banyak yang sudah menjalankannya, tetapi banyak yang melakukannya masih terbatas pada mereka yang sudah kita kenal atau hormati. Tidak jarang kita masih acuh tak acuh saja dalam perjumpaan.

Dalam perikop yang dibacakan di akhir pekan ini, Yesus menyapa seorang wanita Samaria. Orang -orang Samaria waktu itu merupakan kasta yang direndahkan. Kelompok yang dipinggirkan. Tambahan lagi wanita ini ternyata hidupnya tidak terpuji. Setelah kawin-cerai lima kali, dia tinggal bersama lelaki yang bukan suaminya. Mungkin dia juga dikucilkan oleh kelompoknya juga. Kalau istilah modern-nya mungkin bisa dikatakan masuk golongan 'double minority'.

Yesus menegur wanita itu, bahkan bercakap-cakap dengan dia tentang hal-hal yang cukup pribadi. Yesus malahan membuka diri-Nya sebagai Mesias yang ditunggu semua orang.

Dalam hidup keseharian kita dewasa ini tidak jarang kita bertemu dengan orang yang kurang kita hargai. Orang yang kita anggap rendah. Bagaimana sikap kita terhadap mereka?

Adilkah kita yang sewenang-wenang memberi cap demikian terhadap mereka? Kita merendahkan mereka karena tingkat pendidikan, kondisi ekonomi, atau sekadar penampilan atau ketidaksempurnaan fisik.

Dalam Retret Agung pada masa Prapaskah ini Gereja mengajak kita untuk makin bersikap adil dan makin beradab. Marilah kita mulai dengan menghormati dan menghargai sesama yang kita jumpai. Marilah kita dengan tulus memberikan apresiasi kepada mereka dan mau menerima mereka dengan segala kelemahan dan kekurangannya.

Marilah kita melihat Kristus yang hadir didalam mereka dan tidak ragu-ragu menyapa-Nya dengan senyum yang tulus dari hati, sebagaimana Yesus menawarkan air kehidupan pada wanita Samaria yang dijumpainya di sumur Daud. Di hari Paskah nanti, semoga hidup kita diperbarui bersama kebangkitan Kristus.

Lihat Juga:

Renungan (WM) Lainnya...

Renungan Harian

Senin, 27 Maret 2017, Hari Biasa Pekan IV

Bacaan dari Kitab Yesaya (65:17-21) Beginilah firman Allah, "Aku menciptakan langit yang baru dan bumi yang baru! Hal-hal yang dahulu tidak akan...

Selengkapnya

Jadwal Misa Rutin

Sabtu Pukul 16:30
  Pukul 19:00
 
Minggu Pukul 06:30
  Pukul 09:00
  Pukul 11:30
  Pukul 16:30
  Pukul 19:00

Selengkapnya

Kalender Liturgi