Memenuhi Syarat Menjadi Murid-nya

  21 Jan 2018, 05:43

Setelah Yohanes Pembaptis ditangkap, Yesus pergi ke Galilea sebagai tempat pertama bagi-Nya untuk memberitakan Injil Allah. Yang dimaksudkan Injil Allah tidak hanya kabar baik dari Allah, tetapi juga kabar baik tentang Allah yang sedang bekerja dalam diri Yesus. Ia menyerukan datangnya Kerajaan Allah. Untuk menanggapinya, orang harus bertobat dan percaya kepada kabar baik ini. Pewartaan akan kedatangan Kerajaan Allah yang mendahului pertobatan ingin menunjukkan bahwa Allah datang untuk menegakkan pemerintahan-Nya dan mengingat hal itu, orang dipanggil untuk bertobat. Pertobatan yang diartikan di sini bukan karena rasa takut akan pengadilan Allah yang sudah mendekat, melainkan kebaikan hati Allah yang sudah dinyatakan dalam diri Yesus dan telah mendekati manusia. Kegembiraan dan penuh rasa syukur akan kebaikan hati Allah inilah yang memotivasi dan mendorong orang untuk bertobat, kembali kepada Bapa yang murah hati dan penuh belas kasihan seperti tampak dalam perumpamaan anak yang hilang.

Memenuhi Syarat Menjadi Murid-nya

Dengan demikian, apa saja yang dialami, dikatakan dan dilakukan oleh Yesus, pasti berhubungan erat dengan Kerajaan Allah dan merupakan Sabda serta tindakan Allah itu sendiri. Oleh karena itu bila manusia menolak Yesus, maka ia menolak Allah sendiri dan sebaliknya, bila manusia taat kepada Yesus, maka ia taat juga kepada Allah.

Sikap menerima ajakan dan taat kepada Yesus untuk dijadikan sebagai "penjala manusia" ditunjukkan secara nyata oleh Simon dan Andreas serta Yakobus dan Yohanes, ketika Yesus melihat mereka di danau Galilea. Apa yang harus mereka lakukan dalam pekerjaan baru ini? Mereka harus tetap setia memberitakan kabar baik tentang datangnya Kerajaan Allah seperti yang dilakukan oleh Yesus yaitu dengan mengumpulkan manusia untuk masuk dalam Kerajaan-Nya. Pekerjaan tersebut membutuhkan pengorbanan yaitu mereka sungguh-sungguh meninggalkan keluarga, rumah, harta benda, pekerjaan sebelumnya, dan segala yang mereka miliki.

Ketika memilih mereka menjadi murid-muridNya, Yesus sangat mengetahui dan menyadari akan keadaan mereka yang sesungguhnya, di mana mereka bukanlah orang-orang yang agamis atau dari golongan bangsawan tetapi berprofesi sebagai nelayan. Mereka tampak biasa saja dan terkesan tidak memenuhi syarat. Contohnya Petrus memiliki logat Galilea yang kental, tangannya kasar karena sering menjala ikan dan keras kepala. Rekan-rekan Petrus adalah Andreas, Yakobus dan Natanael yang tidak pernah menempuh pendidikan formal.

Apakah mereka memiliki kerendahan hati? Mereka justru pernah memperebutkan siapa yang terbesar di antara mereka. Apakah terkesan teologis? Petrus malah berkata kepada Yesus untuk melupakan salib. Kesetiaan? Ketika Yesus memerlukan dukungan doa, mereka justru tertidur dan ketika Yesus ditangkap, mereka lari meninggalkan-Nya. Tidak ada bukti bahwa Yesus memilih mereka karena lebih pandai dan baik hati dari pada orang lain. Satu alasan mereka dipilih adalah kesediaan mereka ketika Yesus berkata: "Ikutlah Aku". Yesus tetap menjadikan mereka sebagai penjala manusia dan menjadi saksi-Nya di Yerusalem, di seluruh Yudea dan Samaria sampai ke ujung bumi (Kis 1: 8).

"Apakah Yesus masih melakukannya?" Apakah Yesus masih memakai orang-orang sederhana seperti kita untuk mengubah dunia? Kita benar orang biasa saja, yang tertidur dengan mulut terbuka, rambut yang telah beruban. Apakah anda lebih merasa seperti perahu kecil dari pada kapal besar? Apakah anda merasa seperti pemain figuran dari pada bintang film utama? Lebih mirip tukang ledeng dari pada pejabat eksekutif? Lebih mirip rakyat biasa dari pada bangsawan? Selamat!... Allah mengubah dunia dengan memakai orang-orang seperti anda. Karena Allah tidak memanggil orang yang memenuhi syarat. Allah justru membuat mereka yang dipanggil menjadi memenuhi syarat. (Amideus Chadikun)

Lihat Juga:

Renungan (WM) Lainnya...

Renungan Harian

Kamis, 22 Februari 2018, Pesta Takhta St. Petrus, Rasul

Bacaan dari Surat Pertama Rasul Petrus (5:1-4) Saudara-saudara yang terkasih, sebagai teman penatua dan saksi penderitaan Kristus, yang juga akan...

Selengkapnya

Jadwal Misa Rutin

Sabtu Pukul 16:30
  Pukul 19:00
 
Minggu Pukul 06:30
  Pukul 09:00
  Pukul 11:30
  Pukul 16:30
  Pukul 19:00

Selengkapnya

Kalender Liturgi