Legowo

 Rob. P  |     25 Sep 2017, 03:17

Kita sering kecewa dengan hidup ini. Kenapa orang lain diberi rejeki yang lebih daripada kita. Sementara bekerja mati-matian, orang lain yang santai-santai mendapatkan hasil lebih banyak.

Bacaan injil di hari Minggu Biasa XXV tahun 2017 menyinggung masalah ini. Tuan rumah, pemilik kebun anggur, membayar upah yang sama kepada pekerja yang mulai bekerja sejak pagi hari, maupun yang mulai bekerja di siang atau petang hari.

Legowo

Saat menerima pembayaran, pekerja yang masuk belakangan mendapat upah yang sama dengan mereka yang mulai bekerja terlebih awal, ketidakpuasan timbul. Disinilah muncul sifat buruk manusia. Sifat iri hati, tidak mau kalah. Tidak senang bila sesamanya mendapat lebih banyak. Lalu kecewa, sakit hati dan berteriak... ini tidak adil......

Secara nalar anggapan ketidakadilan dari para pekerja pagi itu memang masuk logika. Kerja banyak, upah banyak; kerja sedikit, upahpun sedikit. Ini memang hal yang umum diterima. Namun nalar Yesus lebih luas, tidak sesempit nalar orang-orang itu, sabdaNya: "Ambillah bagianmu dan pergilah; aku mau memberikan kepada orang yang masuk terakhir ini sama seperti kepadamu. Tidakkah aku bebas mempergunakan milikku menurut kehendak hatiku? Atau iri hatikah engkau, karena aku murah hati?" Jawaban yang tepat. Kesepakatan yang dibuat hendaknya dipenuhi, janji harus ditepati.

Legowo, kata bahasa Jawa yang menjadi judul tulisan ini, dapat diartikan sebagai: Bisa menerima apa yang berlaku pada dirinya dengan sabar, ikhlas dan pasrah. Satu sikap ksatria dan bijaksana.

Untuk menjadi orang yang terpercaya dan dapat diandalkan, kita perlu konsisten dengan kesepakatan yang telah kita terima. Jangan tergoda seperti para pekerja pagi, iri pada pekerja-pekerja petang. Mereka harus bersyukur mendapat pekerjaan lebih awal daripada rekan-rekannya yang diterima bekerja belakangan. Karena mungkin para pekerja siang dan petang itu telah menderita kelaparan dan ketidakpastian, sementara para pekerja-pekerja pagi sudah menikmati nasib baiknya, diterima bekerja.

Marilah belajar mensyukuri apa yang kita dapat, tanpa iri pada mereka yang juga mendapatkan kemurahan kasih Bapa.

Semua akan indah pada waktunya.

Lihat Juga:

Renungan (WM) Lainnya...

Renungan Harian

Sabtu, 16 Desember 2017, Hari Biasa Pekan II Adven

Bacaan dari Kitab Putra Sirakh (48:1-4.9-11) Dahulu kala tampillah Nabi Elia bagaikan api. Perkataannya membakar laksana obor. Dialah yang...

Selengkapnya

Jadwal Misa Rutin

Sabtu Pukul 16:30
  Pukul 19:00
 
Minggu Pukul 06:30
  Pukul 09:00
  Pukul 11:30
  Pukul 16:30
  Pukul 19:00

Selengkapnya

Kalender Liturgi