Rindu Mengalami Kasih Tuhan

 Tarto - Dion  |     16 Jul 2017, 03:19

Rindu Mengalami Kasih Tuhan

Minggu pagi yang cerah di awal bulan Juli, seiring dengan terbitnya matahari, 7 mobil dengan sekitar 40an orang berjalan beriringan menuju Biara Pasionis Gadog dalam rangka Family Gathering komunitas Marriage Encounter MBK. Keluar tol Ciawi, melewati jalan berbelok dan berliku dengan dekapan udara segar pagi dan sorot mentari yg mulai menembus daun daun. Lancar dan begitu masuk gerbang melewati pepohonan yang rindang, hati terasa nyes. Hening, terdengar suara burung menyambut sahut menyahut. Melambai lambai pepohonan dan kuntum bunga yang segar berkilau menyambut 'Selamat Datang' sahabatku yang haus dan capek oleh hiruk pikuk kota. Hiruplah udara segar di sini dengan sepenuh jiwa. Sel-sel udara segar akan masuk ke dalam rongga hidung dan paru paru lalu masuk ke dalam darah. Karena oksigenlah kemewahan yang jarang kau dapatkan. Begitu Romo Julius CP memberikata pengantar dalam menyambut rombongan. Sejenak bersantai ria bersama keluarga dalam sejuknya udara pagi itu.

Acara berlanjut dengan misa kudus yang dilaksanakan di sebuah pendopo pinggir tebing yang masih dikelilingi hutan dan lembah yang asri dan diiringi musik alam dari cuitan binatang hutan maupun burung yang berterbangan kesana kemari. Dengan singkat dan padat, Romo Julius CP mengupas injil dengan tema 'Menjadi orang Baik'. Kita diajak untuk bercermin melihat diri kita masing-masing.

Dalam homilinya, Romo memberikan pencerahan bahwa sebesar apapun cinta kita pada pasangan kita dan sekuat apapun upaya kita dalam memperbaiki relasi pasutri kita, kalau tidak mengandalkan pertolongan Tuhan Yesus maka semuanya akan sia-sia. Oleh sebab itu, Romo menganjurkan kepada kita semua agar bisa membuat prioritas. Setelah misa, Romo mengajari para pasutri dan anak-anak 3 tepuk pembawa semangat (tepuk HU HA, tepuk JEMPOL dan tepuk senam otak).

Acara berlanjut perkenalan anggota keluarga dan penghangatan yang dibawakan oleh Kormep tentang pentingnya menjaga nilai-nilai budaya dan diakhiri dengan melihat potongan cerita film Pensil. Pensil mampu menghasilkan karya yang luar biasa, rela bersakit-sakit demi menghasilkan ujung yang runcing hingga menjadikan karya yang indah. Pensil tidak takut salah, karena pensil telah dilengkapi penghapus bila terjadi kesalahan. Intinya pensil hanya mau meninggalkan jejak yang indah dan berarti bagi yang lain. Sesi ini ditutup dengan aktivitas kelompok. Masing-masing diberi selembar kertas putih bersih yang siap dilukis dan disempurnakan oleh anggota kelompok. Setelah sampai pada yang punya gambar, menjadi gambar yang begitu elok dan bermakna. Alangkah indahnya memberi yang terbaik untuk siapapun.

Acara ditutup dengan makan siang luar biasa enak karena semua dari bahan organik hasil kebun yang dikelola oleh para biarawan CP. Setelah itu melintasi alam menyusuri kebun dan bermain bersama sapi dan memberi makan ayam sambil disuguhi alam yang sangat indah. Di sana sini menghijau aneka macam sayur dan buah. Bisa bercanda ria di antara pohon pisang dan pepaya. Kurindu 'tuk kembali mengalami.... kasih Tuhan.

Indahnya kebersamaan keluarga yang bergabung dalam Marriage Encounter, ingin dibagikan pula bagi teman-teman yang belum bergabung. Alami hubungan keluarga yang lebih harmonis dengan mengikuti Weekend Marriage Encounter khusus Paroki MBK pada 29 September-1 Oktober 2017. Informasi lebih lanjut hubungi Berlianto-Daisy 081280225677-08161178789 atau Hans - Jenny 081318311111 - 0818905251.

Lihat Juga:

Seputar MBK (WM) Lainnya...

Renungan Harian

Selasa, 19 September 2017, Hari Biasa Pekan XXIV

Bacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada Timotius (1Tim 3:1-13) Saudara terkasih, benarlah perkataan ini, "Orang yang menghendaki jabatan...

Selengkapnya

Jadwal Misa Rutin

Sabtu Pukul 16:30
  Pukul 19:00
 
Minggu Pukul 06:30
  Pukul 09:00
  Pukul 11:30
  Pukul 16:30
  Pukul 19:00

Selengkapnya

Kalender Liturgi