Selamat Hari Kemerdekaan

 Jovica Zhuo  |     13 Aug 2017, 09:37

Suatu hari, Bu Mira, wali kelasku, memberikan pengumuman, "Anak-anak, pada tanggal 17 Agustus nanti akan diadakan upacara kemerdekaan, bazar kuliner Indonesia, dan berbagai macam lomba. Kalian boleh mendaftarkan diri kalian ke ketua kelas atau pada ibu ya, dan kalian hanya boleh daftar ke satu perlombaan saja."

Selamat Hari Kemerdekaan

Aku sangat gembira mendengarnya, aku sudah tidak sabar untuk mendaftarkan diri untuk mengikuti lomba 17 Agustus itu. "Bel, kamu mau mendaftar untuk mengikuti lomba 17 Agustus tidak?" tanyaku pada sahabatku, Bella. "Mau, Na, kamu mau mendaftarnya kapan?" tanya Bella. "Hmm, kita lihat dulu saja yuk daftar perlombaannya," kataku pada Bella. "Ayo, setahuku daftarnya ada di mading sekolah," kata Bella. "Oke, ayo ke sana," kataku. Lalu aku dan Bella melihat daftar perlombaan yang akan dilombakan nanti.

"Banyak juga ya perlombaannya, Bel, ada balap karung, menyanyi lagu daerah, balon air, dan lain-lain. Aku jadi bingung mau mendaftar yang mana. Kata Bu Mira, kita hanya bisa mendaftar satu perlombaan saja," kataku pada Bella. "Iya, Na, aku juga bingung mau mendaftar yang mana. Apa sebaiknya kita tidak perlu mendaftar dulu ya?" tanya Bella. "Iya juga, Bel. Lagipula masih bisa mendaftar kok sampai tanggal 10 Agustus, kita pikirkan saja dulu," kataku pada Bella. "Ya sudah, kita balik ke kelas yuk, sudah mau bel nih," kata Bella. "Oke!" sahutku.

Kring! Kring! Waktunya pulang sekolah, aku pun berjalan kaki pulang bersama Bella, karena rumahku dan rumah Bella berdekatan dan cukup dekat jaraknya dengan sekolah. "Jadi, Nina, kamu sudah tahu kamu akan memilih perlombaan apa?" tanya Bella padaku. "Hmm, belum, Bel, aku masih belum tahu, ada banyak sekali perlombaan yang ingin aku ikuti, dan aku bingung harus memilih yang mana," jawabku pada Bella. "Iya, aku juga mau mengikuti perlombaan itu semua, tetapi sepertinya aku sudah tau mau memilih perlombaan yang mana," kata Bella. "Oh, ya? Kamu akan memilih perlombaan yang mana?" tanyaku. "Aku akan memilih lomba balap karung karena selama ini aku belum pernah mengikuti lomba balap karung. Aku ingin mencobanya," kata Bella. "Aku sudah pernah mengikuti lomba balap karung, seru sekali, semoga beruntung ya, Bel!" kataku menyemangati Bella. "Iya, makasih, Na, aku akan berusaha," jawab Bella. "Aku masuk ke dalam rumah dulu ya, Bel. Sampai ketemu besok di sekolah!" kataku. "Oke, Na. Sampai ketemu besok!" sahut Bella.

"Halo, Nina! Bagaimana harimu, Nak?" sambut ibuku dengan hangat. "Baik-baik saja, Bu. Oh, ya, Bu. Tanggal 17 Agustus nanti akan ada banyak perlombaan seperti, balap karung, menyanyikan lagu daerah, balon air, dan masih banyak lagi. Aku tidak tahu harus memilih yang mana, menurut ibu, aku harus memilih yang mana?" tanyaku pada ibu. "Hmm, menurut ibu, kamu harus memilih lomba menyanyikan lagu daerah, karena ibu tahu kamu suka menyanyi, bagaimana kalau kamu ikut lomba itu saja?" tanya ibu. "Ide yang bagus, Bu! Mungkin aku akan mengikuti lomba itu saja, tapi aku harus menyanyi lagu daerah yang mana, Bu?" tanyaku. "Ada banyak sekali lagu-lagu daerah yang bisa kamu pilih, kamu pilih saja salah satu, lagu yang mau kamu nyanyikan," kata ibu. "Baiklah, Bu, akan aku cari, aku masuk kamar dulu ya," kataku.

Akhirnya aku pun memutuskan untuk mengikuti lomba menyanyikan lagu daerah, aku merasa sangat bersemangat, dan aku juga sudah memutuskan, aku akan menyanyikan lagu daerah Ondel-Ondel dari Betawi. Keesokkan harinya di sekolah, aku berjalan ke kelasku dan menemui Bella. "Hai, Bel! Hari ini kita daftar untuk mengikuti lomba ke Bu Mira yuk!" kataku girang. "Memangnya kamu sudah tahu akan memilih perlombaan apa, Na?" tanya Bella. "Aku akan mengikuti lomba menyanyikan lagu daerah, Bel." kataku. "Wah, bagus tuh, Na. Menurutku kamu cocok untuk mengikuti lomba itu. Nanti waktu istirahat saja ya kita daftar ke Bu Mira," kata Bella memuji. "Makasih ya, Bel. Ibuku yang membantuku untuk memutuskan. Ya sudah nanti saat istirahat saja ya kita daftar nya," kataku. "Oke, Na," jawab Bella singkat. Saat istirahat, aku dan Bella mendaftarkan diri ke wali kelasku, Bu Mira. "Permisi, Bu. Kami mau mendaftarkan diri untuk mengikuti perlombaan tanggal 17 Agustus nanti," kataku. "Oh, begitu. Kamu mau mengikuti lomba apa Nina?" tanya Bu Mira kepadaku. "Aku mau mengikuti lomba menyanyikan lagu daerah, Bu," jawabku. "Oke. Kamu mau mengikuti lomba apa Bella?" tanya Bu Mira kepada Bella. "Aku akan mengikuti lomba balap karung, Bu," jawab Bella. "Baiklah, ibu sudah mendaftarkan kalian, ya," kata Bu Mira. "Baik, terima kasih, Bu," jawab aku dan Bella bersamaan. Saat pulang sekolah, aku pun berlatih menyanyi untuk lomba nanti. Selama berhari-hari itu pun aku berlatih dibantu ibuku sampai hari perlombaan tiba.

Hari perlombaan pun tiba, perasaanku cukup gugup, tapi aku siap karena aku sudah berlatih selama berhari-hari dan tidak lupa aku berdoa kepada Tuhan untuk hasil yang terbaik. "Hai, Na. Kamu sudah siap untuk mengikuti lomba menyanyi?" tanya Bella. "Iya, Bel aku sudah siap, tapi perasaanku masih saja gugup," jawabku gugup. "Tidak apa-apa, Na. Kalau kamu sudah berdoa dan berusaha pasti bisa kok. Kamu jangan gugup ya, Na," kata Bella menyemangatiku. "Makasih ya, Bel. Aku akan berusaha untuk tidak gugup," kataku sedikit lega.

Akhirnya saatnya aku maju ke panggung untuk menyanyikan lagu daerahku. Aku pun berusaha untuk tidak gugup saat bernyanyi, dan puji Tuhan, aku tidak terlalu gugup saat bernyanyi. Saat aku sudah selesai bernyanyi, terdengarlah gemuruh tepuk tangan dari seluruh panggung, aku sangat lega mendengarnya. "Wah, Na. Nyanyianmu tadi itu sangat bagus dan merdu!" kata Bella saat aku turun dari panggung. "Makasih ya, Bel. Aku merasa sangat lega sekarang. Oh ya, kamu sudah mengikuti lomba balap karung belum?" tanyaku pada Bella. "Sudah, Na. Saat kamu sedang lomba menyanyi aku lomba balap karung dulu, jadi aku hanya sempat melihat penampilanmu saat di akhir-akhirnya saja," kata Bella. "Oh, begitu. Semoga kita mendapat hasil yang terbaik ya," kataku. "Iya, Na. Semoga saja," kata Bella berharap.

Akhirnya hari pengumuman pemenangnya pun tiba. "Selamat kepada Rani yang meraih juara satu, selamat kepada Nina yang meraih juara dua, dan selamat kepada Tina yang meraih juara tiga!" kata Pak Ronald, kepala sekolahku. Aku pun naik ke panggung untuk meraih piala itu. "Selamat ya, Nina, kamu sudah memberikan yang terbaik untuk dapat meraih juara kedua ini," kata Pak Ronald. "Terima kasih, Pak," sahutku. "Wah, selamat ya, Na. Kamu memang pantas untuk memenangkan lomba itu!" kata Bella girang. "Makasih ya, Bella. Puji Tuhan ini semua karena penyertaan Tuhan kepadaku," kataku senang. Ketika kita berdoa dan berusaha, pasti Tuhan akan menyertai dan memberikan jalan keluar kepada kita. Dirgahayu Republik Indonesia, jayalah selalu!

Lihat Juga:

Serba-Serbi (WM) Lainnya...

Renungan Harian

Minggu, 24 Maret 2019

Hari Minggu Prapaskah III Allah sangat menghargai pertobatan sehingga sekecil apa pun pertobatan di dunia, asalkan itu murni, menyebabkan Dia...

Selengkapnya

Jadwal Misa Rutin

Sabtu Pukul 16:30
  Pukul 19:00
 
Minggu Pukul 06:30
  Pukul 09:00
  Pukul 11:30
  Pukul 16:30
  Pukul 19:00

Selengkapnya

Kalender Liturgi