Ekstrakurikuler Pramuka dengan Kasih

 Brigida Inda - Guru SMP Katolik Sang Timur  |     12 May 2017, 23:03

Salam Pramuka,
Baju coklat muda dan bawahan coklat tua, dihiasi dasi pramuka merah putih berbentuk segi tiga serta dilengkapi dengan topi pramuka. Tampak gagah saat dikenakan oleh siswa sekolah. Mereka menjadi tampak bersemangat, dan kita dapat melihat dari pancaran wajah mereka. Mereka akan bangga apabila di bagian lengan kanannya tersematkan lambang-lambang tanda kecakapan khusus yang mereka peroleh dengan usaha dan perjuangan. Apalagi jika pada dadanya ada selendang coklat yang menyilang, dihiasi dengan berbagai tanda kecakapan khusus.

Tanda kecakapan khusus bagi adik-adik Penggalang di SMP Katolik Sang Timur sangat menjadi harapan. Adik-adik Penggalang akan merasa keren apabila mendapat tanda kecakapan khusus. Apalagi tanda kecakapan khusus berupa lambang tenda, berarti dia menunjukkan dirinya pernah mengikuti perkemahan.

Pramuka ternyata tidak sekedar baju saja, SMP Katolik Sang Timur dengan Gugus Depan Sang Timur selalu mengikuti perkembangan jaman untuk mengupayakan kegiatan Ekstrakurikuler Pramuka menjadi kegiatan menyenangkan bagi siswa. Kegiatan pramuka tidak melulu baris berbaris, upacara, tali temali. Namun, banyak sekali kegiatan ke-Pramukaan di SMP Katolik Sang Timur. Walaupun mereka sudah mengikuti kemping, mereka tetap didampingi dengan kegiatan ke-Pramukaan sesuai dengan tingkatannya.

Salah satu kegiatan Pramuka Penggalang Rakit yaitu mengunjungi rumah oma Maria. Karena mereka penggalang rakit yang sudah pernah melakukan wide game, maka bentuk kegiatannya pun dengan melakukan jalan per regu, menghitung langkah, menetapkan arah, mencatat waktu dan menggambar tempat serta peta perjalanan, pohon atau apa saja yang mereka lihat dan semuanya itu dirangkum dalam satu laporan Peta Pita.

Setelah sampai di tempat tujuan, mereka mulai mengembangkan sikap sosial dengan menyapa oma Maria, dan bertanya tentang kehidupan rohaninya dalam beraktivitas di organisasi gereja. Adik-adik penggalang begitu antusias dalam bertanya, dan oma Maria pun memberikan jawabannya dengan penuh kasih sayang.

Adik-adik Penggalang pun setelah selesai wawancara, membuat laporan dengan menggunakan sandi kotak. Kegiatan ini memang sederhana namun jika kita mau mengkajinya, ternyata melalui kegiatan Pramuka seperti di atas, Penggalang diajak untuk secara fisik melatih diri untuk berjalan kaki sambil mencermati langkah dan situasi; secara sosial mereka diarahkan untuk bersikap sopan dan menghargai sesama, mengenal aturan dalam berjalan bagaimana bertutur kata secara sopan, bagaimana bertamu; secara spiritual adik-adik Penggalang dapat belajar dari pengalaman oma Maria. Untuk ketrampilan Scotingnya, mereka diajak berkreasi dengan membuat laporan menggunakan sandi kotak kreasi masing-masing regu. Secara hidup berkelompok, mereka pasti akan merasakan betapa kerjasama dalam regu itu penting.

Semoga sedikit pengalaman ini dapat memberikan wacana mengenai Pramuka, terutama Pramuka di Gugus Depan Sang Timur.

Lihat Juga:

Serba-Serbi (WM) Lainnya...

Renungan Harian

Rabu, 24 Mei 2017, Hari Biasa Pekan VI Paskah

Bacaan dari Kisah Para Rasul (17:15.22-18:1) Pada waktu itu terjadilah kerusuhan di kota Berea. Maka Paulus pergi dari sana. Orang-orang yang...

Selengkapnya

Jadwal Misa Rutin

Sabtu Pukul 16:30
  Pukul 19:00
 
Minggu Pukul 06:30
  Pukul 09:00
  Pukul 11:30
  Pukul 16:30
  Pukul 19:00

Selengkapnya

Kalender Liturgi