Menjadi Maria Kecil

  22 Oct 2017, 02:06

Keluarga Katolik yang terkasih, kita ingin menjadi pribadi yang berguna dan berarti bagi banyak orang. Setiap keluarga dipacu untuk mencapai cita-cita hari depan yang cerah dan sejahtera. Kita dapat mengarahkan diri hanya pada cita-cita masa depan dengan cara itu, tetapi cita-cita kita mendapat 'restu' dari Tuhan juga. Kita tidak selalu dapat memastikan bahwa situasinya akan sama seperti yang kita harapkan, meskipun kita berusaha luar biasa keras. Tuhan juga yang mempunyai peran besar untuk menentukan apa akan kita alami dan yang kita hidupi di kemudian hari.

Menjadi Maria Kecil

Sementara kita mengejar sesuatu yang kita harapkan, akan lebih baik jika pekerjaan- pekerjaan itu melibatkan Tuhan dan bersama Tuhan. Segala yang tidak pasti di dalam hidup kita dapat kita hadapi bersama Tuhan jika kita merasa dekat dengan-Nya. Pelayanan adalah salah satu yang terbaik yang membuat hidup kita berguna dan berarti, jauh sebelum cita- cita kita tercapai dan berhasil. Kita dapat merasakan sejak dini bahwa hidup kita ada maksudnya. Tuhan memberi kita banyak, maka kita memberi banyak juga kepada sesama.

Keluarga-keluarga terkasih, apa yang membuat kita enggan melayani? Apakah kesibukan dengan pencarian dan pencapaian cita-cita? Apakah kita terlalu sibuk dengan pelajaran dan kegiatan sekolah? Atau karena kita kurang memberi tempat untuk pelayanan? Bukankah Tuhan memberi kita 7 hari seminggu dan 24 jam sehari untuk kita nikmati? Keberhasilan setiap manusia adalah kalau ia berhasil menjadi berguna bagi sesama, bagi orang lain, yang berada di sekitar kita dan di Gereja.

Kekaguman kita pada pribadi yang hebat sebenarnya adalah jalan untuk menjadi baik. Tuhan menunjukkan kehebatan orang lain agar kita melihat kebenaran. Jika orang menjadi hebat karena ia kaya raya saja, maka hidupnya dibangun dari kebanggaan. Jika ia berguna bagi orang lain, beramal, bahkan masih mau melayani Gereja, betapa lebihnya orang itu! Kebahagiaannya melampaui kekayaan materi. Ia pasti akan menjadi pribadi yang seimbang.

Bulan ini kita menghormati Maria dan berdoa Rosario. Ketika menghormati, kita kagum juga pada Maria. Ketika kagum, kita seharusnya menyetujui bahwa jalan yang dipilih oleh Maria adalah jalan kebenaran yang membuatnya menjadi pribadi yang tangguh, perkasa, dan segalanya dalam hidupnya. Imannya luar biasa dan membuatnya tak pernah kalah dengan dunia ini. Betapa bahagia jika kita memiliki keturunan seperti Maria.

Perhatikan bacaan yang memuji Maria ini. Lukas 1:48 mengatakan, "Sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia,..."

Orientasi sejak kecil menentukan orientasi hidup kita ketika dewasa. Jika kita ingin mempunyai keturunan yang pantas dibanggakan, ambillah jalan pelayanan sebagai penyempurna hidup keluarga kita. Kita selalu dapat melayani Gereja dan orang yang menderita, sebab mereka selalu ada bersama dengan kita (Bdk.Mrk.14:7). Kesempatan untuk melayani selalu disediakan. Jika kita tidak mengambilnya, bagaimana kita bisa menyebut diri melayani Tuhan?

Melayani berbeda dengan 'membayar'. Kita memang seperti sudah membayar ketika kita memberi sumbangan dalam kolekte kita. Dengan kolekte, Gereja dapat tetap hidup dan berkembang. Kita bisa menjadi donatur dalam Gereja. Akan tetapi, pelayanan lebih dari sekadar menyumbang harta. Melayani berarti memberi diri secara sederhana dalam aktivitas Gereja. Dalam pelayanan itu, kita bergaul dengan sahabat dan saudara seiman Katolik yang lain. Relasi yang terjadi adalah relasi iman dan kasih. Inilah yang membentuk kecintaan pada iman, karena ada saudara-saudari seperjalanan.

Coba perhatikan iman para ibu yang aktif melayani di Gereja. Mereka bertekun di pagi hari dalam misa harian. Mereka menjalankan tugas sebagai ibu di rumah dengan baik; mereka merasa berharga ketika melayani di Gereja. Ketika mereka menemui kesedihan, mereka tetap berdoa, mereka tidak patah semangat. Salah satunya adalah karena mereka merasa dekat dengan Tuhan Yesus. Mereka melayani bersama teman-temannya di Gereja. Komunitas yang dibangun menjadi kekuatan karena dapat saling bekerjasama, berbagi, 'curhat', dan saling memperhatikan.

Izinkan anak-anak aktif melayani sebagai lektor, misdinar, pemazmur, koor, atau petugas tata tertib suatu acara, alangkah bahagianya! Pandanglah ini sebagai kesempatan mendidik anak-anak secara seimbang; menjadikan mereka seperti Maria-Maria kecil yang dituntun untuk suatu pelayanan yang lebih besar di masa depan. Jangan biarkan Gereja kita sepi kaum muda, sebab mereka adalah jantung Gereja masa kini dan masa depan.

Saya berdoa untuk keluarga-keluarga Anda. Saya berdoa untuk anak-anak Anda sekalian. Saya percaya jika anak-anak merasa berguna bagi Gereja, mereka tidak akan kehabisan energi dan semangat untuk terus beriman. Dampingilah anak-anak kita selagi muda. Berilah kesempatan melayani dalam seluruh keluarga kita.

Salam dalam Keluarga Kudus Nazareth
Romo Alexander Erwin Santoso MSF
Komisi Kerasulan Keluarga-KAJ

Lihat Juga:

Serba-Serbi (WM) Lainnya...

Renungan Harian

Rabu, 22 November 2017, Peringatan Wajib Sta. Sesilia, Perawan dan Martir

Bacaan dari Kitab Kedua Makabe (7:1.20-31) Pada waktu itu ada tujuh orang bersaudara beserta ibunya ditangkap. Dengan siksaan cambuk dan rotan mereka...

Selengkapnya

Jadwal Misa Rutin

Sabtu Pukul 16:30
  Pukul 19:00
 
Minggu Pukul 06:30
  Pukul 09:00
  Pukul 11:30
  Pukul 16:30
  Pukul 19:00

Selengkapnya

Kalender Liturgi