Tuhan Menyapa dengan Bahasa Sederhana

 Sigit Kurniawan  |     6 May 2017, 14:42   |  

Panggilan Tuhan datang dengan cara-cara unik. Tak jarang, cara itu sangat sederhana dalam kehidupan keseharian. Paling tidak, ini yang juga dirasakan oleh Bruder Sebastianus Basuki, O.Carm saat menceritakan kisah panggilannya kepada Warta Minggu.

"Awal panggilan saya pertama kali muncul hanya saat saya berlibur ke Malang. Saya diajak oleh kakak saya yang juga suster Sang Timur ke biara-biara di sekitar Malang. Saya kemudian sering surat-menyurat dengan biara," kata Bruder yang berasal dari Jogja ini.

Lantaran korespondensi yang intensif, ia merasa tergugah untuk mencoba hidup membiara. Lalu, ia meninggalkan pekerjaannya di Jogja dan masuk aspiran di Lawang. Setelah kaul kekal, Bruder Sebastianus ditugasi berkarya di Sumatera Utara. Pada tahun 2010, ia ditugasi ke Kalimantan Tengah selama lima tahun.

"Saya memilih bruder karena bagi saya pelayanan itu tidak harus menjadi imam, tapi juga biarawan. Pelayanan di sini macam-macam, seperti parokial, sekolah, dan sebagainya. Melayani tanpa harus menjadi seorang imam inilah yang menjadi motivasi awal panggilan saya," katanya.

Selama pastoral, pengalaman yang tak terlupakan bagi Bruder Sebastianus adalah pengalaman di Kalimantan. Saat itu, dia harus berjuang dalam proses pembukaan gereja baru yang tanpa modal. Tak seperti di paroki Jakarta, umat di sana pun dalam keadaan tidak memiliki modal alias miskin. "Mau minta dari umat, umat sendiri juga kekurangan," katanya mengenang.

Tapi, Bruder tak mau putus asa. Ia mengajak umat untuk memulung barang-barang bekas untuk dijual dan hasil penjualannya bisa digunakan untuk membangun gereja tahap demi tahap. "Selain itu, pelayanan di Kalimantan sangat luas. Kondisi geografisnya tak mudah dijangkau. Ada stasi yang jaraknya dengan paroki 170 kilometer yang bisa ditempuh dengan sepeda motor. Ada daerah juga yang harus ditempuh dengan perahu," kata Bruder.

Ingin tahu lebih panjang liku-liku perjalanan pastoral Bruder Sebastianus? Silakan saksikan video wawancara Warta Minggu TV dengan Bruder Sebastianus berikut ini:

 

Lihat Juga:

Tema Minggu (WM) Lainnya...

Renungan Harian

Rabu, 18 Oktober 2017, Pesta Santo Lukas, Penginjil

Bacaan dari Surat Kedua Rasul Paulus kepada Timotius (2Tim 4:10-17b) Saudaraku terkasih, Demas telah mencintai dunia ini dan meninggalkan aku. Ia...

Selengkapnya

Jadwal Misa Rutin

Sabtu Pukul 16:30
  Pukul 19:00
 
Minggu Pukul 06:30
  Pukul 09:00
  Pukul 11:30
  Pukul 16:30
  Pukul 19:00

Selengkapnya

Kalender Liturgi