Memperingati Hari Kanker Sedunia

 Andreas S. Pratama  |     1 Feb 2015, 08:30

Sebelum diangkat menjadi seorang santo, Peregrinus Laziosi adalah seorang yang sangat anti terhadap gereja Katolik dan menaruh kebencian yang begitu besar terhadap Bapa Suci yang bertakhta di Roma. Begitu bencinya kepada agama Katolik, ia bahkan sempat menyerang Pastor Filipus Benizi secara brutal saat berkhotbah dalam rangka misi perdamaian.Tetapi bukannya menyerang balik, Pastor Benizi justru berdoa dan memaafkan Peregrinus.

Memperingati Hari Kanker Sedunia

Sikap Pastor yang amat lembut ini menyentuh hati Peregrinus, hingga akhirnya ia bertobat dan bertekad untuk menjalani kehidupan baru dengan berdoa dan matiraga. Namun pada suatu ketika, Peregrinus jatuh sakit. Ia diserang kanker ganas di bagian kakinya. Dokter menyarankan untuk segera mengamputasi kakinya demi menyelamatkan nyawanya. Menghadapi kenyataan tersebut, ia pun terus berdoa kepada Tuhan Yesus yang Tersalib hingga tertidur.

Di dalam tidurnya, ia menerima sebuah penglihatan. Ia melihat Yesus mengulurkan tangan-Nya dari atas salib dan menyentuh kakinya yang sakit itu. Lalu ketika Peregrinus terbangun dari tidurnya, kakinya telah sembuh dari kanker ganas yang dideritanya. Peristiwa mukjizat ini tak ayal membuat imannya makin kokoh. Semenjak itu ia pun makin dalam membaktikan dirinya kepada Tuhan dan Gereja dengan menjadi imam. Peregrinus meninggal pada tahun 1345 dan diangkat menjadi pelindung para penderita penyakit kanker dan AIDS.

Kanker sendiri adalah sebuah penyakit yang menjadi momok yang menyeramkan bagi semua orang yang hidup di bumi ini. Begitu mengerikannya penyakit ini menggerogoti tubuh manusia,beberapa orang menyebutnya sebagai "silent killer", pembunuh tanpa suara. Sebutan ini muncul, karena kanker kerap menyerang seseorang tanpa gejala, tak bisa dideteksi oleh si penderita. Banyak pasien yang baru sadar ketika kanker yang dideritanya telah mencapai stadium akhir, sehingga tidak bisa melakukan apa-apa.

Menurut situs webmd.com, kanker didefinisikan sebagai sebuah anomali pertumbuhan sel yang abnormal dan tidak bisa dikendalikan, sehingga akan membuat sebuah jaringan baru yang disebut tumor. Definisi barusan tidak berlaku bagi penyakit leukimia, di mana sel-sel yang abnormal akan menekan fungsi darah di dalam aliran darah.

Di Indonesia sendiri, kanker menjadi salah satu penyakit yang banyak diderita masyarakat. Berdasarkan Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS), jumlah pasien kanker payudara mencapai 12.014 orang, sedangkan kanker serviks 5.349 orang. Keduanya disusul oleh leukimia sebanyak 4.343 orang, lymphoma 3.486 orang, kanker paru-paru 3.244 orang. Lebih jauh lagi, Riset Kesehatan Dasar Tahun 2013 menyebutkan bahwa prevalansi kanker di Indonesia telah mencapai 1,4 per 1.000 penduduk dan menjadikannya sebagai penyebab kematian nomor tujuh di Indonesia.

Di Hari Kanker Sedunia yang jatuh pada tanggal 4 Februari mendatang, diadakan sebagai salah satu hari untuk meningkatkan kepedulian kita terhadap penyakit ini. Namun di samping meningkatkan kewaspadaan kita terhadap penyakit ini, tak ada salahnya kita juga meminta perlindungan dari St. Peregrinus Laziosi agar dijauhkan/disembuhkan dari kanker.

Lihat Juga:

Tema Nasional (WM) Lainnya...

Renungan Harian

Jumat, 14 Desember 2018

Peringatan Wajib St. Yohanes dari Salib, Imam dan Pujangga Gereja Di dalam Kristus ada lubuk-lubuk dalam yang masih harus didugai, yang selamanya...

Selengkapnya

Jadwal Misa Rutin

Sabtu Pukul 16:30
  Pukul 19:00
 
Minggu Pukul 06:30
  Pukul 09:00
  Pukul 11:30
  Pukul 16:30
  Pukul 19:00

Selengkapnya

Kalender Liturgi