Bangun Toleransi dari Hal Kecil

 Agustinus D.S.  |     6 Aug 2016, 21:50

Tepat sepekan lalu, suara pesan Whatsapp masuk ke handphone saya. "Apakah benar Vihara Tanjung Balai yang terletak di Kabupaten Asahan, Sumatera Utara dibakar massa?" Pesan itu pun membuat saya mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Tak lama kemudian segala informasi beredar, dari yang mulai menyalahkan golongan tertentu sampai menceritakan alasan mengapa kerusuhan tersebut itu bisa terjadi.

Bangun Toleransi dari Hal Kecil

Diduga permasalahan tersebut berlatar belakang persoalan individu dalam kehidupan bertetangga. Tak disangka kejadian itu melebar luas, beberapa rumah ibadah rusak dibakar massa.

Beberapa pihak pun menyayangkan kejadian intoleransi tersebut. Ungkapan "Manusia adalah makluk sosial" yang ditanamkan saat kita duduk di bangku sekolah dasar seolah menguap begitu saja. Tak ada lagi rasa pengertian dan saling memahami satu sama lain. Kita lebih gampang tersulut emosi dan melupakan empati.

Jika saja Presiden keempat di Negeri ini K.H. Abdurrahman Wahid atau yang akrab disapa Gusdur masih menjabat. Bisa jadi dialah orang pertama yang marah dan kecewa mendengar informasi tersebut. Bagi Gus Dur, setiap orang punya hak sama dalam menjalankan ibadah. Alangkah baiknya jika kita mau berbagi dan bekerjasama. Toh, semua agama mengajarkan tiap umatnya untuk berbelaskasih dan saling menolong. Apalagi negara dijalankan dengan dasar Pancasila.

Masalah di kehidupan masyarakat yang majemuk memang selalu ada. Jangankan dengan masyarakat yang berbeda keyakinan. Saat pulang dari gereja dan mobil kita masih tertahan kendaraan lain umpatan kasar sering keluar dari mulut kita. Tak jarang perdebatan pun terjadi, entah itu dengan sesama pengendara ataupun satpam yang bertugas.

Selain itu, ucapan terima kasih terkadang berat diberikan bagi sesama kita yang membantu perparkiran gereja, terlebih pada misa besar seperti Natal maupun Paskah. Potensi seperti itu sangatlah mungkin untuk dibesarkan orang - orang yang tak bertanggung jawab. Namun, jika timbul perpecahan seperti di Tanjung Balai siapa yang diuntungkan? Apakah masyarakat yang tinggal di daerah tersebut? Atau orang yang ingin mengambil keuntungan dari permasalahan besar tersebut?

Bersilahturami atau berkomunikasi itu penting, dan berbagi kasih akan terasa indah jika kita nikmati secara bersama apa pun agamanya. Uskup Agung Ignatius Suharyo pun berpesan, "Dari latar belakang apa pun, kita adalah manusia yang sama-sama dicintai Tuhan." Mari belajar toleransi dari hal-hal kecil di lingkungan terdekat kita.

Lihat Juga:

Tema Nasional (WM) Lainnya...

Renungan Harian

Jumat, 14 Desember 2018

Peringatan Wajib St. Yohanes dari Salib, Imam dan Pujangga Gereja Di dalam Kristus ada lubuk-lubuk dalam yang masih harus didugai, yang selamanya...

Selengkapnya

Jadwal Misa Rutin

Sabtu Pukul 16:30
  Pukul 19:00
 
Minggu Pukul 06:30
  Pukul 09:00
  Pukul 11:30
  Pukul 16:30
  Pukul 19:00

Selengkapnya

Kalender Liturgi