Sudahkah Kita Mencintai Anak-Anak Kita?

 JA Gianto  |     23 Jul 2016, 22:28

"Bayi Dibuang Terjadi Lagi" Judul berita Kompas, Sabtu 2 Juli 2016, ini membuat hati miris. Apalagi diceritakan bahwa dalam sepekan terakhir sudah terjadi empat korban kejahatan di Jabodetabek.

Sudahkah Kita Mencintai Anak-Anak Kita?

Wah, tak terbayangkan empat mahluk ciptaan Tuhan yang paling tidak berdaya itu dibuang begitu saja dalam kardus. Tiga bayi diketemukan sudah dalam keadaan meninggal dan yang keempat (terakhir) masih dalam keadaan hidup yang sekarang dirawat RS Husada Jatiasih, Bekasi.

Kerasnya kehidupan membuat manusia lupa bahwa anak adalah titipan Tuhan agar dirawat dan dididik. Bukan sebaliknya dianiaya atau dibuang begitu saja. Namun, orang tua dengan mudahnya menggunakan kekuasaan dan kekuatan untuk menimpakan kekesalan hidup kepada anak tak berdaya tersebut.

Atas anjuran dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), semua negara diharapkan mempunyai Hari Anak Nasional (HAN) dengan tujuan mengingatkan kepada orang-tua, komunitas dan negara pentingnya memberikan perlindungan kepada anak. Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak telah menentukan peringatan HAN setiap 23 Juli dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia No 44 Tahun 1984.

Peringatan HAN dimaknai sebagai kepedulian seluruh bangsa Indonesia terhadap perlindungan dan pemenuhan hak anak agar tumbuh dan berkembang secara optimal, sehingga menjadi generasi penerus yang berkualitas, tangguh, kreatif, jujur, sehat, cerdas, beprestasi, dan berahklak mulia.

Selain itu, peringatan HAN merupakan momentum untuk terus berupaya meningkatkan sekaligus mengajak seluruh komponen bangsa Indonesia, baik orang tua, keluarga, masyarakat termasuk dunia usaha, maupun pemerintah dan negara, untuk melaksanakan kewajiban dan tanggung jawabnya.

Perlindungan anak juga sudah menjadi perhatian sejak dulu seperti yang diungkapkan Paulus dalam Ef 6:4 "Dan kamu, bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan."

Mendapat kesempatan untuk bicara langsung sahabat saya berteriak, "Nah, kamu telah berbuat apa untuk melakukan kerasulan anak? Apa sudah diaktualisasikan dalam kegiatan Bina Iman Anak (BIA)? Apa terlibat dalam Fun Bible Study yang diselenggarakan setiap tahun oleh Paroki Tomang?" "Belum dan tidak punya waktu," jawab saya malu.

Dalam rangka memperingati HAN, umat Katolik diingatkan kembali untuk mengamalkan ajaran Yesus dan sila ke-dua Pancasila (Kemanusiaan yang Adil dan Beradab) dengan memberikan perlindungan kepada anak-anak sebagai penerus bangsa. Semoga!

Lihat Juga:

Tema Nasional (WM) Lainnya...

Renungan Harian

Sabtu, 15 Desember 2018

Hari Biasa Pekan II Adven Oleh karena cinta dan kuasa-Nya, Ia yang tunggal mempersatukan banyak orang pada Diri-Nya. (Beato Ishak dari Stella)...

Selengkapnya

Jadwal Misa Rutin

Sabtu Pukul 16:30
  Pukul 19:00
 
Minggu Pukul 06:30
  Pukul 09:00
  Pukul 11:30
  Pukul 16:30
  Pukul 19:00

Selengkapnya

Kalender Liturgi