Intimasi di dalam Keluarga Menjauhkan Kita dari Kekeringan Hidup Bersama

  25 Feb 2017, 10:14

Keluarga Katolik yang terkasih, bulan kasih sayang dirayakan oleh banyak orang dengan hari Valentine. Bulan ini boleh kita namakan sebagai bulan intimasi juga. Kita ingin mengubah paradigma Valentine's Day, bukan hanya semata sebagai hari-hari berkasih-kasihan, tetapi mengembangkan intimasi yang membangun nilai kedekatan dan keakraban setiap orang yang saling mengasihi. Setiap kita membutuhkan intimasi sebagai landasan relasi yang sehat dan nyaman.

Kedekatan dan intimasi itu suatu yang sejalan seiring bagi suatu relasi. Barangkali intimasi belum menjadi budaya kita. Banyak yang masih merasa sungkan atau risih menyampaikan rasa sayang, memuji dengan tulus dan kata-kata. Intimasi memang lekat dengan komunikasi dan cara berbicara yang baik dan penuh perasaan. Bicara dengan akal atau rasio saja tidak cukup untuk menyatakan dukungan dan cinta kepada anak-anak atau pasangan kita. Tetapi, mengusahakan intimasi adalah budaya yang mutlak perlu, supaya anggota keluarga menjadi lebih dekat dan nyaman.

Ketika orang kurang intimasi, segala sesuatu akan menjadi formal dan kering. Kurangnya intimasi membuat perasaan tergantung berkurang dan akhirnya merasa tidak saling membutuhkan. Apa salahnya bertanya perasaannya saat ini? Mengapa takut membagikan rasa bahagia, kecewa, marah, sedih, malu dll.? Jika seorang cukup intim, maka ia akan dengan mudah membuka dirinya. Intimasi sungguh suatu dasar hubungan yang sesungguhnya bagi keluarga.

Intimasi dialami oleh orang-orang yang memang semestinya dekat dan selalu terhubung dalam hidupnya. Intimasi adalah obat yang manjur membangun kedekatan. Intimasi bahkan bisa membuat proses memaafkan dan mengampuni menjadi lebih mudah. Kita dapat membuat hidup bersama menjadi lebih ringan jika kita selalu merindukan bicara dengan saudara-saudari dan orangtua kita di rumah. Intimasi bisa menjadi obat yang manjur ketika persoalan berat melanda kita, karena kita dapat berbagi rasa.

Keluarga-keluarga Katolik yang terkasih, mari menjadikan intimasi menjadi Ïsi hari-hari cinta kasih kita. Kita jadikan kesadaran membangun intimasi sebagai budaya yang wajar dan sehat di rumah kita lebih dahulu. Membiasakan sapaan wajar, sepenuh hati, ucapan minta tolong, sentuhan kasih, atau permohonan maaf dari hati sebagai bagian tak terpisahkan dari cara berkomunikasi kita. Tuhan hadir dalam peristiwa indah itu setiap hari. Roma 12:9 mengatakan, "Hendaklah kasih itu jangan pura-pura! Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik."

Alexander Erwin, MSF,
Komisi Kerasulan Keluarga KAJ

Lihat Juga:

Tema Nasional (WM) Lainnya...

Renungan Harian

Jumat, 14 Desember 2018

Peringatan Wajib St. Yohanes dari Salib, Imam dan Pujangga Gereja Di dalam Kristus ada lubuk-lubuk dalam yang masih harus didugai, yang selamanya...

Selengkapnya

Jadwal Misa Rutin

Sabtu Pukul 16:30
  Pukul 19:00
 
Minggu Pukul 06:30
  Pukul 09:00
  Pukul 11:30
  Pukul 16:30
  Pukul 19:00

Selengkapnya

Kalender Liturgi