KITA SEMUA DIUTUS

Sebagai salah satu murid Kristus, Petrus betul-betul men-dapat karunia yang luar biasa dan tak terhingga Dia dipilih untuk menjadi murid utama serta diberikan kepercayaan untuk memegang kunci pintu surga. Dia juga dijadikan Batu Karang yang kokoh, di atas mana dibangun jemaat Kristiani; alam maut dibuat tak berdaya, sehingga tak akan dapat menguasainya.
Semua itu tentu saja tidak diperoleh Petrus secara instan, tanpa melalui suatu proses panjang berliku-liku. Petrus tidak hanya mengenal Yesus Kristus secara se-pintas saja. Sejak Yesus mengajak Petrus mengikuti-Nya di tepi danau Galilea dengan setia ia mengikuti segala kegiatan-Nya, sehingga sungguh-sungguh mengetahui dan mengenal Yesus. Ia beralih profesi dari seorang penjala ikan menjadi penjala manusia. Ia melihat dengan mata kepalanya sendiri bagaimana sang Guru mengajar dari desa ke desa di sekitar tanah Yudea sampai di dalam bait Allah. Yesus menyampaikan kabar gembira tentang pengampunan dosa bagi semua manusia.
Pada suatu saat, ketika berada di daerah Kaisarea Filipi, bersama murid-murid lain, Yesus bertanya: ”Menurutmu siapakah Aku ini?” Murid-murid lain mencoba menjawab, tetapi jawaban mereka keliru. Petrus ketika ditanyakan dengan yakin dan mantap menjawab, ”Engkau adalah sang Mesias, Anak Allah yang Hidup”. Jawaban ini dibenarkan Yesus, bahkan Yesus menyatakan bahwa hal tersebut sebenarnya berasal dari Bapa di surga. Setelah mengungkapkan identitas diri-Nya sebagai Mesias itulah, Petrus diangkat Yesus menjadi penerus dan diutus melanjutkan penyampaian kabar gembira kepada semua manusia.
Setelah misa berakhir, pada setiap hari Minggu, pastor selalu mengatakan: ”Pergilah, kamu diutus”. Apakah umat sadar akan arti dari kata-kata yang di-ucapkan pastor tadi? Saya sendiri sebelumnya tidak terlalu memperhatikan dan hanya menganggapnya sebagai bagian dari ritual misa saja. Baru kemudian, setelah ada seorang kawan saya yang baik mulai bertanya, kamu diutus untuk apa? ”Ah, itukan hanya suatu ungkapan iman, sebagaimana ungkapan-ungkapan lain dalam misa”, jawabku. Tetapi kawan saya ini pada setiap kesempatan bertanya dan bertanya lagi. Saya mulai memperhatikan. Akhirnya saya mulai mendalami dan menggali makna dari tiga kata diakhir misa itu. Rupa-rupanya itulah perintah yang disampaikan Yesus kepada Petrus dan selanjutnya itulah yang disampaikan kepada setiap orang Kristen pada saat mereka dipermandikan. Kita diperintahkan Yesus untuk meneruskan kabar gembira kepada semua orang, sesama kita. Dimana keserakahan, kerakusan, egoisme, ketamakan, haus harta, kekuasaan dan semua nafsu duniawi lainnya muncul, kesanalah Gereja diutus untuk hadir me-ngabarkan kabar gembira. Kita diutus untuk membawa kegembiraan kepada mereka yang putus asa, memberitakan juga bahwa Yesus justru datang untuk manusia yang berdosa, untuk membebaskan manusia dengan bertobat dari dosa. Siapkah kita untuk diutus ? (Michael Setiawan)
|