Link Ke Web Site Vox Angelorum

Warta Minggu, Sunday, July 06, 2008

Editorial | Bacaan Minggu Ini  | Artikel WM | Pengumuman WM |
Jadwal Prodiakon | Karikatur | Jadwal PPE |
 

“PIKULLAH KUK YANG KUPASANG”


Hai teman, rasanya melihat hidupmu enak ya. Bebanmu ringan, penghasilanmu besar. Apalagi masalahmu tidak banyak. Sementara aku? Beban hidupku berat, tanggung jawabku besar. Aduh…rasanya tidak kuat. Demikian sekelumit kisah di mana kita seringkali membanding-bandingkan keadaan kita dengan orang lain.

Setiap insan dapat satu peranan yang harus kita mainkan, penggalan kata lagu Panggung Sandiwara ini meng-ungkapkan keberadaan manusia. Setiap orang mempunyai keunikan, mempunyai kemampuan, dan mempunyai masalahnya sendiri-sendiri. Tuhan telah menempatkan peran itu sesuai dengan yang semestinya, selaras dengan kemampuannya masing-masing. Hidup ini merupakan pemberian. Maka apapun yang diberikan, apapun yang ada, layak untuk diterima. Namun apakah itu melegakan atau memberatkan sangat  tergantung bagaimana memandangnya.

“Pikullah kuk yang Kupasang”, merupa-kan ungkapan agar kita bersedia  menerima, menjalani, dan menikmati apa pun yang terjadi. Berat atau ringan bukan terletak pada kuk (tugas dan tanggungjawab) melainkan bagaimana sikap hati menerimanya. Apabila suasana hati hanya memandang sisi-sisi negatifnya saja, beban hati akan memperberat langkah tugas yang harus dijalani. Oleh karena itu, hanya sikap rendah hati saja yang perlu dimiliki. Orang yang rendah hati adalah orang yang senantiasa selalu melihat hal-hal yang positif sehingga beban hati menjadi ringan. Dengan selalu berujar, pasti ada maknanya dari peristiwa yang terjadi ini, maka kendati sulit namun tetap bisa bersyukur juga.

Rasa syukur akan membuat beban tugas yang Tuhan berikan menjadi ringan. Rasa syukur menjadikan diri tidak mengumpat dan membenci melainkan mengikhlaskan segalanya dalam kesadar-an untuk kemuliaan. Rasa syukur ada karena merasa tidak sendirian melainkan selalu menempatkan Tuhan se-suai dengan peran-Nya. Tuhan tidak pernah meninggalkan kita.

Oleh karena itu ajakan Tuhan: ”Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberikan kelegaan kepadamu” merupakan kata penguat untuk bergairah menjalani hidup ini. Kendati ada banyak aral rintang dan kesulitan namun bersama Tuhan tentu kita tetap mampu menjalaninya dengan baik. Siapkan diri untuk menyingsingkan lengan baju menjalani tugas perutusan menjadi nabi cinta kasih di tengah dunia ini.

Tuhan bantu kami untuk tidak mengeluh dan menyalahkan melainkan memandang segala peristiwa sebagai berkah untuk kemajuan diri dan untuk kemuliaanMu semata. Semoga kami mempu menjalani kehidupan ini dengan penuh syukur dan sukacita. Terimakasih Tuhan. (a. rianto)