Putus Asa…No Way

“Maaf pak, memang kinerja saya turun dan tidak mood karena sedang marah besar kepada Tuhan”, kata seseorang pekerja pabrik. Dia sebenarnya sudah bertahun-tahun sangat merindukan anak. Ketika Tuhan mengabulkan permohonannya, sayang hanya diberi kesempatan merawat sepuluh bulan. Hal ini membuat dia putus asa berat akan kebaikan dan keadilan Tuhan.
Sebaliknya sepasang anak muda sedang berunding mencari klinik bersalin yang bersedia menggugurkan bayi didalam perutnya karena ada sedikit kecelakaan sebelum pernikahan resmi. “Emangnya mobil pake kecelakaan segala sehingga perlu turun mesin”, sindir temanku sok ikut campur.
Minggu ini adalah Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga. Tentunya banyak teladan Bunda Maria yang tak habis-habisnya kita pelajari. Salah satunya diceritakan dalam Kidung Maria (Magnificat) bagaimana sikap Maria menjalani kehidupan yang tidak mudah. Penuh paradoks! Maria mengandung Yesus dari Roh Kudus. Ia mengalami penderitaan cemohan dari masyarakat Yahudi sekaligus mengalami sukacita besar karena telah dipilih Tuhan. (Bdk Luk 1:46-50)
Maria tidak lari dari kesulitan tetapi berani menghadapinya. Bahkan dia mengunjungi Elisabet yang juga mengandung saat sudah tua. Dalam kerepotannya sendiri, Maria tetap ingat akan saudaranya. Perlu diketahui bahwa pada zaman itu keluarga yang tidak mendapatkan anak mendapat ejekan dari masyarakat Yahudi karena dianggapnya berdosa. Maria dan Elisabet adalah dua orang wanita yang pasrah sepenuhnya kepada rencana Tuhan.
Dalam kehidupan modern yang semakin menghimpit dengan segala kesulitan hidup sungguh menyejukkan dan menguatkan kita bila merenung Kidung Maria ini. Kesulitan bukanlah untuk dihindari karena setiap orang dari dulu sampai sekarang tidak pernah lepas dari kesulitan. Tuhan memberi kesulitan bukannya tanpa maksud tetapi mempunyai tujuan mau melatih umat-Nya menjadi lebih dewasa, lebih kuat secara penuh. Tanpa melewati latihan keras sebelum bertanding kita tidak akan menjadi juara baik tingkat lokal, nasional apalagi internasional. Semua butuh perjuangan! Justru orang yang berani dan mau menerima kesulitan sebagai tantangan, merekalah yang akan sukses. Alangkah indahnya bila kita berdoa seperti Maria, jadilah kehendak-Mu. Kita tidak minta kesulitan tetapi kita semua percaya bahwa Tuhan akan selalu memberikan apa yang kita butuhkan (tidak selalu sama dengan yang kita inginkan) agar manusia menjadi lebih baik. Bila tantangan lebih besar datang hadapilah dengan sukacita karena Tuhan sedang melatih kita. Jangan berharap bahwa kehidupan akan lebih mudah tetapi memohonlah agar kita diberi kekuatan lebih baik untuk menghadapi tantangan itu. Putus asa...nggak usah ya...karena aku percaya Tuhan besertaku. Semoga. (JA Gianto)
|