Link Ke Web Site Vox Angelorum

Warta Minggu, Sunday, September 14, 2008

Editorial | Bacaan Minggu Ini  | Artikel WM | Pengumuman WM |
Jadwal Prodiakon | Karikatur | Jadwal PPE |
 

TINGGIKAN ANAK ALLAH



Dalam perjalanan ke Kampus PPM saya harus melewati lampu lalu lintas dari arah tol Kebun Jeruk ke Tomang Raya. Di perempatan tersebut selalu penuh dengan pengemis dan pengamen yang mengharapkan sedekah. Sering kali saya ragu, apakah mereka ini betul-betul miskin, tak punya kerja atau hanya malas tak mau berusaha. Saya sering menolak permintaan mereka, apalagi setelah Pemda melarang memberi sedekah tersebut.

Seperti halnya Nikodemus, orang Farisi pemimpin agama Yahudi, yang kita tahu  banyak memberi pelajaran kepada bangsa Israel. Walau posisinya setinggi itu, ia masih belum dapat memahami dan melihat hal kerajaan Allah. Ia masih heran dan bingung menyaksikan tanda-tanda dan mukjizat yang diadakan Yesus. Yesus telah menekankan, bahwa seseorang harus dilahirkan kembali agar dapat melihat kerajaan Allah. Bukan berarti masuk kembali ke rahim ibunya, tetapi dilahirkan kembali dalam Air dan Roh.

Kalau  kita simak kembali bacaan Injil, sedemikian besar kasih Allah kepada dunia ini sehingga telah diutus anak-Nya yang tunggal supaya barang siapa percaya jangan binasa oleh dosa tetapi beroleh keselamatan.

Nah, sudah jelas dan gamblang bahwa kita harus dipenuhi oleh cinta kasih kepada Tuhan dan sesama sebagai arti dari lahir kembali tersebut. Kesimpulannya kita harus meninggikan Anak Allah yang bukan hanya lambang seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, tapi sungguh-sungguh telah menjadi penyelamat manusia itu sendiri.

Memberi sedekah memang berisiko kalau diberikan di jalan, tapi begitu banyak warga miskin dimana-mana, yang mengharapkan uluran tangan kita. Yesus telah memberi diri-Nya seutuhnya pada kita. Tuhan Yesus sendiri mengajak kita untuk berbuat baik dan memberi bantuan bagi orang kecil dan miskin. Bantuan, meskipun kecil, sangat berguna bagi mereka yang sangat membutuhkannya. Pelayanan kepada mereka inilah yang berkenan kepada Allah. Mari kita juga membuka hati dan membuka pundi-pundi kita untuk menunjukkan kasih kita pada sesama yang mendambakan uluran tangan kita. Kita dapat mulai dari hari ini juga. Jangan pernah menunda berbuat kasih. (Michael S)