TEMUILAH YESUS SEKARANG JUGA!
Sirine mobil pengawal berbunyi memekakkan telinga. Sederetan mobil mewah melaju beriringan dengan kencang. Setiap sudut jalan dijaga ketat oleh pihak keamanan. Dan tidak jarang rute perjalanan kita harus dialihkan. Inilah gambaran yang lazim kita jumpai ketika pemimpin negara melintas di jalan. Masih hangat juga dalam ingatan kita, bagaimana seorang Soeharto-mantan orang nomor satu di negara ini-di saat meninggal dunia pun mengalami kemegahan tersebut. Sebagai seorang pemimpin, bukan perkara mudah juga untuk ditemui. Entah karena kesibukannya, juga karena prosedurnya yang berbelit. Sepertinya sudah demikianlah hukumnya.
Saudara terkasih, sebagai orang ber-iman kita juga memiliki seorang pemimpin. Pemimpin yang bukan hanya untuk golongan dan daerah tertentu, melainkan untuk seluruh alam semesta (lih. Mat 25:31-46). Pemimpin yang mengatasi semua pemimpin dan segala kepemimpinannya. Jika demikian, seharusnya perlakuan yang diterima-Nya lebih dari semua pengalaman ”wah” yang pernah diterima para pemimpin dunia. Tapi apa kenyataannya? Yesus Sang pemimpin kita justru memberikan kejutan yang luar biasa! Kejutan pertama, Yesus sebagai pemimpin memproklamirkan Diri-Nya setara, sama persis dengan mereka yang paling hina di mata manusia (ay. 40). Hal yang tidak mungkin kita jumpai dalam diri pemimpin dunia. Kejutan kedua, ternyata sebagai seorang pemimpin, Yesus sangat mudah untuk kita jumpai. Pribadi mereka yang kelaparan, sakit, haus, kesepian atau asing, korban ketidakadilan dan dipenjarakan tidak lain adalah pribadi Yesus sendiri (bdk. ay 45). Dan kejutan yang terakhir adalah ukuran keselamatan dari-Nya bukan berdasarkan apa yang telah kita peroleh (status, harta, bahkan usia dan kesehatan), melainkan apa yang telah kita berikan atau perbuat. Dan perbuatan inipun bukan sekadar perbuatan baik kita. Perbuatan yang dikehendaki Yesus adalah menerima pribadi lain bahkan yang paling hina di mata kita sebagai ”aku yang lain” atau sesama. Bukan sebagai ”kamu” atau ”dia”.
Injil Minggu ini menyadarkan kita bahwa Yesus tidak mau dianggap atau diperlakukan sebagai pribadi yang ”wah”. Jika demikian maka Yesus raja semesta alam hanya untuk golongan tertentu. Menerima dan menemui Yesus sebagai raja berarti juga bersedia menerima dan menemui semua yang dipimpin-Nya, siapapun mereka. Saudara yang terkasih, mari kita mera-yakan Yesus Raja semesta alam dengan menemui-Nya sekarang juga! Saat ini Yesus ada dalam diri istri Saudara yang mung-kin sedang gelisah; suami Saudara yang sedang terpuruk dalam usahanya; anak Saudara yang sekarang sedih luar biasa karena patah hati atau gagal dalam pelajaran; atau mereka yang berharap melanjutkan studi namun tidak ada biaya, dll. Setiap kita bangun dari tidur, di situlah kita mengambil keputusan...menemui Yesus Sang Raja atau aku “sang raja”. Tuhan memberkati. (Agis)
|