Link Ke Web Site Vox Angelorum

Warta Minggu, Sunday, December 07, 2008

Editorial | Bacaan Minggu Ini  | Artikel WM | Pengumuman WM |
Jadwal Prodiakon | Karikatur | Jadwal PPE |
 

BERTOBAT SOAL KEMAUAN



Tidak ada yang permanen selain peru-bahan. Tapi perubahan itu bisa dikategorikan: Satu, Perubahan dari baik menjadi lebih baik adalah biasa. Dua, perubahan dari baik menjadi tidak baik adalah kebodohan. Dan ketiga, perubahan dari tidak baik menjadi baik adalah pertobatan. Orang yang me-nyadari bahwa hidupnya belum baik senantiasa me-miliki kesempatan untuk
selalu bertobat.

Bacaan yang kita renungkan dalam Minggu ini berisi ajakan, tawaran, harapan, bahkan permintaan untuk berubah menjadi baik. Ajakan itu bukan berupa ancaman atau pun juga paksaan, tetapi berupa peneguhan yang menguatkan. “Setiap lembah harus ditutup dan setiap gunung dan bukit harus diratakan” (Yes 40:4). Suatu kiasan bahwa hidup ma-nusia sudah  rusak karena dosa. Ada lo-bang yang menjerumuskan, dan ada dosa yang menggumpal, bertumpuk-tumpuk menggunung. Keadaan yang  tidak baik ini saat ini harus diratakan kembali. Mari kita memperbaikinya.

Ajakan untuk membenahi diri itu karena kasih Allah yang tidak terhingga. Allah ti-
dak tega apabila manusia sengsara. ”Saudara-saudaraku  yang kekasih, yang satu ini tidak boleh kamu lupakan, yaitu, dihadapan Tuhan satu hari sama seperti seribu tahun dan seribu tahun sama dengan satu hari... Tuhan menghendaki jangan ada yang binasa.” (2 Ptr 3:9). Jelas bahwa kebahagiaan hidup itu harapan Allah untuk manusia. Meskipun demikian Allah hanya memberi peluang, kesempatan serta kemampuan kepada manusia untuk menentukan pilihannya. Mau atau tidak silahkan manusia memutuskannya. Saat kita  ditanya maukah hidup bahagia kekal dengan pasti kita menjawab mau. Akan tetapi tidak ada kebahagiaan tanpa perjuangan. Berarti mari kita mengambil langkah pasti melakukan tindakan pembaharuan hidup ke arah yang lebih baik. Mari kita bertobat.

Tanpa kemauan tidak akan ada pertobatan. Bertobat adalah tindakan yang disadari. Bertobat tidak bisa dipaksakan. Sebab bertobat bertitik tolak dari kesadaran akan adanya kuasa kejahatan yang membelenggu hidup kita sendiri. Bertobat berawal dari kesadaran akan keegoisan, kesombongan dan juga kesewenang-wenangan terhadap kehidupan yang menjerumuskan. Intinya bertobat berarti menyadari untuk kembali menempatkan peran Allah dalam kehidupan kita.

Oleh karena itu, suara di padang gurun yang berseru: ”Persiapkanlah jalan bagi Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya” (Mrk 1:3) merupkan energi positif yang disebarkan kepenjuru bumi agar manusia memiliki keyakinan bahwa hidupnya bisa menjadi baik. Ada optimisme yang bisa menjadi kekuatan pembaharuan hidup setiap saat. Hanya orang yang mau membuka hati dan pikirannya maka kekuatan itu dapat membantu dirinya berubah. Rupanya diperlukan kemauan untuk membiarkan Allah bekerja dalam hidup kita.  (rianto)