Link Ke Web Site Vox Angelorum

Warta Minggu, Sunday, December 14, 2008

Editorial | Bacaan Minggu Ini  | Artikel WM | Pengumuman WM |
Jadwal Prodiakon | Karikatur | Jadwal PPE |
 

TERANG BERCAHAYA DALAM KEGELAPAN



Dunia, yang dijadikan oleh Sang Sabda sudah jatuh dalam kegelap-an. Namun dunia memusuhi-Nya: meskipun kegelapan tidak akan bisa menguasai Terang Abadi ini, tetapi dunia tetap hidup dalam kegelapan juga karena masih menolak terang. Setiap tahun baru dimulai dengan seribu ucapan bagus-bagus, tetapi selama itu hanya bunga dan buah bibir saja yang tidak mengubah arah hati menuju pada Terang sejati. Semua harapan akan sia-sia belaka, berubah menjadi kekecewaan.

Setiap umat katolik turun dari perayaan Ekaristi pada hari-hari ini, ia bagaikan obor menyala membawa Terang Kristus, masuk ke dalam kegelapan dunia. Apa-kah kita juga berani seperti Kristus? Bercahaya dalam dunia, dan yakin dunia tidak akan mengalahkan? Sebenarnya Terang menyatakan kasih karunia  Allah kepada kita.

Terang Allah datang kepada kita semua sebagai Sang Putera menjelma, untuk menyalurkan hidup ilahi, hidup keputeraan bagi kita manusia. Karena dari kepenuhan-Nya kita semua telah menerima kasih karunia. Dia sebagai putera tunggal Allah, yang ada dipangkuan Bapa. Dialah yang pernah melihat Allah dan menyatakan-Nya kepada kita.

Jika seluruh tahun ini kita biarkan bermandikan cahaya Terang dari Sang Purtera Tunggal Bapa, maka Ia akan menyingkirkan kegelapan dari hati kita.Hukum dan peraturan Tuhan akan dikenal kembali, dan kita manusia mau membiar-kan dirinya dididik, oleh Roh Tuhan,  Roh Kristsus, Roh Putera, yang akan me-ngajarkan suara manusia dalam doa ber- seru “Abba” – Ya Bapa. Damai dan kesejahteraan akan berpelukan dan ma- nusia dengan manusia akan berbisik mengakui bahwa kita semua adalah saudara.

Untuk itu Injil hari menampilkan tokoh  yaitu Yohanes, guna mempersiapkan kedatangan Sang Mesias. Yohanes  ber-fungsi sebagai “saksi untuk memberikan kesaksian tentang terang itu, supaya oleh dia semua orang menjadi percaya”. Yohanes juga mengaku bahwa dirinya bukan terang itu. Ia mengaku bukan Mesias, Sang Sabda tetapi ia hanya suara yang berseru: “Luruskanlah jalan Tuhan” Dan Ia menunjuk kepada Dia yang akan datang kemudian! Semoga dalam masa adven menjadikan kita semakin tidak takut dalam melaksanakan kehendak-Nya! Mari kita siapkan hati agar kita siap untuk menerima Dia dalam hati kita. (Magda, HK)