
Ketik: REG SPASI NAMA ….. Ketik: REG SPASI TANGGAL LAHIR ….. Kirim SMS ke nomor: ….. Boleh dikatakan tiap hari kita dihujani dengan iklan seperti di atas melalui televisi oleh para “orang pintar”, paranormal, dukun, dan sebagainya. Maka berbondong-bondong orang mengirim SMS dengan harapan besar mendapat ramalan yang akan membuat hidup lebih sukses berkelimpahan. Apa atau siapa yang berada di balik nasihat atau ramalan itu? Segala macam wangsit, primbon, buku-buku kuno! Toh orang percaya dan menjalankan nasihat itu sepenuh hati.
Bacaan pertama dan Injil hari ini merupakan analogi. Ada ramalan, ada yang mewartakan ramalan itu; tidak perlu keluar uang untuk kirim SMS. Bacaan pertama menyebut nabi Natan sebagai pewarta, Daud sebagai penerima. Injil menyebut malaikat Gabriel sebagai pewarta dan Maria sebagai penerima. Reaksi Daud dan Maria sama, diawali dengan keterkejutan, gamang dan tidak percaya, merasa diri tak pantas. Daud awalnya hanya penggembala domba, tidak pintar, orang kecil tersisih. Maria pun gadis desa, tidak terkenal, mengerjakan pekerja-an rumah sehari-hari. Bedanya dengan iklan di atas, Daud dan Maria menjadi sadar dan tahu siapa yang ada di belakang para pewarta itu, yaitu TUHAN sendiri. Dengan rendah hati Daud menghadap Tuhan mengungkapkan kepercayaannya, demikian juga Maria berserah kepada penyelenggaraan Ilahi. Bacaan-bacaan itu mengingatkan kita juga kepada seorang penggembala kambing di desa Jali yang kemudian menjadi Uskup Agung Jakarta – almarhum Mgr. Leo Soekoto, SJ – yang bersedia memikul tanggungjawab berat men-jadi gembala utama karena tahu dan yakin Siapa di balik semua itu. Maka semboyan yang dipilihnya: SCIO CUI CREDIDI – Aku tahu kepada Siapa aku percaya.
Daud, Maria dan Leo Soekoto, ketiganya dipilih Tuhan, seperti kita pun dipilih Tuhan masuk ke dalam kawanan domba-Nya melalui Sakramen Baptis. Semuanya pun mempunyai tugas-tugas perutusan-nya sendiri seperti rencana Tuhan. Dan sudah selayaknya tugas perutusan mulia ini dilaksanakan dengan sepenuh hati karena yakin Siapa yang ada di balik semuanya itu yang memberi kekuatan melalui Sakramen Ekaristi serta peneguhan melalui Sakramen Krisma.
Maka seluruh rangkaian pendalaman Kitab Suci masa Adven ini menjadi relevan dan nyata pada hari Minggu Adven IV ini: kita dipilih, kita diutus, kita memikul beban tanggungjawab perutusan itu dengan segala tantangan dan hambatannya. Namun kita tidak perlu takut karena tahu persis siapa yang ada di balik ini semua, bahkan dijanjikan akan selalu didampingi sampai akhir zaman.
JANGAN TAKUT – SCIO CUI CREDIDI!
(Tulisan ini sekaligus untuk memperingati 13 tahun wafat Mgr. Leo Soekoto, SJ, 30 Desember 1995) (G.N.Aswin)
|