TELADAN SIAPA YANG KITA AMBIL UNTUK MENYAPA YESUS?
Kata ”majus” tidak kita dapati dalam kamus Bahasa Indonesia. Mungkin kata ini diadaptasi dari kata Bahasa Yunani ”magos” yang merupakan sebutan untuk orang bijak atau ahli astrologi yang menafsirkan mimpi atau pesan-pesan dari para ”illah”. Perikop injil Mateus yang dibacakan akhir pekan ini mengisahkan reaksi berbeda dari orang Majus, Raja Herodes dan imam-iman ahli Taurat Bangsa Yahudi terhadap kelahiran sang Mesias yang telah lama dinubuatkan oleh para nabi.
Para majus melihat bintang istimewa di timur dan dari pelbagai penyelidikan dan penafsirannya mereka menyimpulkan bahwa Yesus telah lahir (yang mereka sebut sebagai ”raja orang Yahudi”). Konsekwen dengan keyakinannya mereka memutuskan mengambil resiko menempuh perjalanan jauh untuk memberi penghormatan pada raja Yahudi yang baru lahir. Mereka menemui Herodes dan berkata: ”Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia.”
Raja Herodes mendapat penegasan tentang kelahiran Yesus setelah mengumpulkan semua imam kepala dan ahli Taurat Bangsa Yahudi. Mereka menerangkan hal berikut kepada Herodes: ”Di Betlehem di tanah Yudea, karena demikianlah ada tertulis dalam kitab nabi: Dan engkau Betlehem, tanah Yehuda, engkau sekali-kali bukanlah yang terkecil di antara mereka yang memerintah Yehuda, karena dari padamulah akan bangkit seorang pemimpin, yang akan menggembalakan umat-Ku Israel.”
Orang Majus adalah orang luar, bukan orang Yahudi, namun mereka mau bersusah payah menempuh perjalanan jauh – yang pasti penuh bahaya dan melelahkan – untuk memberi hormat kepada Yesus, yang mereka yakini adalah raja besar, karena kelahirannya dinubuatkan jauh-jauh hari.
Herodes setelah tahu muncul sikap egois, dengki dan gila kekuasaan – sehingga dalam ketakutannya dengan kejam memutuskan untuk membunuh raja yang baru lahir itu dengan memerintahkan pasukannya membunuh bayi yang baru lahir.
Para imam tahu akan kelahiran Yesus, tetapi tidak menunjukkan inisiatif apapun untuk menghormati Yesus. Mereka tidak memperdulikan-Nya. Yesus dengan tegas bersabda pada kita, bahwa dia berada dalam orang-orang yang paling hina, orang-orang yang paling menderita. Sekarang berpulang pada kita teladan siapa yang akan kita ambil? Raja Herodes yang berusaha menyingkirkan Yesus, para imam ahli Taurat yang acuh tak acuh atau para majus yang dengan penuh semangat cinta kasih dan pengorbanan menempuh perjalanan jauh dan berbahaya untuk menyapa Yesus. (Robby P.)
|