Link Ke Web Site Vox Angelorum

Warta Minggu, Sunday, January 18, 2009

Editorial | Bacaan Minggu Ini  | Artikel WM | Pengumuman WM |
Jadwal Prodiakon | Karikatur | Jadwal PPE |
 

Apa Yang Kamu Cari?



Aku seringkali sibuk seperti baling-baling berputar terus tanpa henti dalam tugas mulia (…ehem sebagai pembenaran diri),  mencari nafkah, kekuasaan, uang, warisan untuk anak,  populeritas dan bahkan melayani umat. Tiba-tiba aku terhenyak oleh pertanyaan sederhana dari sahabat, “Apa yang kamu cari?” Akupun termemek-mehek mencari jawaban itu. Apalagi adanya krisis keuangan global membuat aku seringkali takut dan nggak bisa tidur apakah temanku yang ngutang tidak ngemplang, apakah kekayaanku di Bank bisa pulih kembali, apakah...apakah…  Ingatanku seakan-akan disegarkan kembali kepada kata-kata Viktor Frankl bahwa banyak manusia frustasi karena tidak tahu apa yang dicari dalam hidupnya. Apa tujuan hidupnya? Makna hidupnya?

            Injil Yohanes 1:38-39 sungguh indah mengutarakan pertanyaan  Yesus 2000 tahun lalu kepada murid pertamanya, “Apa yang kamu cari?”. Ini nampaknya biasa saja tetapi bila direnungkan secara serius akan terlihat menjadi pertanyaan sentral dalam Injil ketika manusia  memutuskan menjadi murid Yesus. Tinggal bersama Dia sehingga kasih kepada sesama selalu bersemi. Lebih tajam lagi, sebenarnya ini ditujukan kepadaku. Yesus selalu mengambil inisiatif pertama kepada manusia yang mau membuka pikiran dan mencari. Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Aku yang memilih kamu (bdk Yoh 15:16). Dalam aplikasi kehidupan pertanyaan ini membantuku sebagai refleksi di malam hari sebelum tidur atas semua kegiatan sepanjang hari. 

            Rasa mutung, patah arang karena pelayananku kurang dimengerti, ditolak oleh teman-teman satu seksi bahkan oleh Romo Paroki bisa hilang karena suara Yesus seakan membisikkan dalam telingaku, “Apa sih yang aku cari dalam melayani umat?” Kalau ide-ideku dalam melayani ditolak mungkin Tuhan sedang memberi kesempatan kepadaku untuk memperbaiki dan memikirkan lebih matang. Keinginan untuk mengundurkan diri dari pelayanan demi kepentingan ego dan balas dendam … rasain loe bila gue tinggal,  aku batalkan.

            Hati jengkel dikantor karena bos sewenang-wenang atau teman kerap menjegal, bisa menjadi sejuk dingin seperti es. Apa sih yang aku cari di dunia kerja? Kalau aku bekerja untuk kemulian-Nya maka aku bersyukur bahwa Tuhan sudah mengirim bos yang sewenang-wenang atau teman yang suka menjegal sebagai latihan agar aku mau rendah hati dan sabar menghadapi orang lain. Tanpa berlatih tak mungkin ada peningkatan.

            Kepekaan sosial terhadap saudara-saudara di jalur Gaza yang sedang digempur  habis-habisan oleh Israel sekarang sedang diuji. Aku sih biasanya cuek bebek aja. Toh mereka diluar sana, jauu…uh sekali. Ternyata aku pilih-pilih siapa sesamaku. Apa yang aku cari dalam mengamalkan ajaran Yesus tentang kasih?  Mungkin ini suatu kesempatan untuk menjadi saksi Kristus  terhadap sesama apapun agamanya.

            Semoga Roh Kudus selalu menguatkan kita untuk menjawab tantangan Yesus ini dengan tindakan nyata. Amin. (JA Gianto)