Link Ke Web Site Vox Angelorum

Warta Minggu, Sunday, February 22, 2009

Editorial | Bacaan Minggu Ini  | Artikel WM | Pengumuman WM |
Jadwal Prodiakon | Karikatur | Jadwal PPE |
 

MENOLONG DENGAN TULUS



Lumpuh merupakan keadaan ketidakberdayaan untuk bertindak. Ketika  tidak ada kursi roda, berbaring sebagai aktifitas dominannya. Tanpa bantuan orang lain bisa dikatakan lumpuh tidak bisa mengerjakan sesuatu yang berarti. Lebih tepatnya banyak yang diinginkannya tidak dapat dikerjakan dengan sendirian saja. Jelas merupakan penderitaan yang luar biasa. Sembuh merupakan keinginan terbesar dalam diri si penderita. Oleh karena itu datangnya si penyembuh merupakan berita gembi-ra yang luar biasa.

Empat orang kerabat dekat atau juga tetangga si lumpuh membawa si penderita. Dipikulnya dalam tandu. Dengan semangat tak kenal lelah disertai asa untuk kesem-buhan si sakit, apa pun cara dilakukan. Apakah diupah atau pun suka rela, tidak diulas. Satu hal yang bisa dirasakan, mereka melakukannya dengan sungguh. Terbukti bahwa ketika kerumunan orang banyak menutupi pintu rumah pengobatan, mereka tetap mencari cara untuk sampai kepada si penyembuh. Jelas tidak mungkin orang yang setengah hati akan melakukan itu. Totalitas menolong merupakan kekuatan mengatasi hambatan. Sang penolong pun (Yesus) memberikan respon positif yang melegakan. Jerih payah dan usaha pem-bawa tandu, ditambah keinginan sembuh sang penderita ditanggapi-Nya dengan penuh perhatian. Dia menolongnya dengan penuh cinta.

Menjadi Katolik bukan hanya dalam ucapan tapi juga tindakan. Memiliki kepe-dulian bukan hanya jargon keinginan tetapi berwujud dalam pelaksanaan. Kepada siapakah bisa kita terapkan? Ada banyak orang butuh pertolongan karena ketidakberdayaan. Ada banyak penderita ”kelumpuhan” yang mengharapkan penyembuhan. Mereka lumpuh ekonomi ka-rena PHK, tidak adanya pekerjaan. Ada yang lumpuh semangat karena frustasi, tapi ada juga yang lumpuh karena stroke. Bisakah kita hadir entah sebagai si pembawa tandu (mengantar, memperhatikan, memberi semangat), entah sebagai penolong seperti Yesus (mengobati, memberi pekerjaan, mensuport dana, dll). Hanya dengan niatan tulus semua pekerjaan akan membahagiakan sebab janganlah  kita melakukan kebaikan dengan bersungut-sungut /setengah hati.  (rianto)