MARI KITA BERTOBAT

“Aku datang untuk memanggil orang berdosa supaya mereka bertobat”. Injil hari ini mengingatkan pembicaraan saya dengan salah satu teman dikantor, sesudah peristiwa terjadi. Pembicaraan kami demikian “sayang , orangnya baik, suci, sosial dan dibutuhkan banyak orang kok cepat mati. Mengapa yang mati duluan bukan penjahat atau para koruptor yang membuat sengsara rakyat”. Demikian sering kita dengar reaksi atau komentar ketika ada orang yang memang nilai baik dan dikasihi banyak orang, tiba-tiba meninggal dunia.Cara berpikir kita memang berbeda dengan kehendak Tuhan. Tuhan sungguh Mahapengasih dan Mahapengampun, dan menghendaki agar semua yang telah diciptakan kembali kepada-Nya dengan selamat dan mulia. “Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa supaya bertobat” demikian sabda-Nya dalam menanggapi komentar orang farisi.
Untuk itu para penjahat diberi kesempatan bertobat, demikian kita dianugerahi umur panjang berarti dianugerahi kesempatan untuk bertobat dan memperbaharui diri terus menerus. Dengan kata lain hemat saya kita semua yang masih hidup ini kiranya adalah orang-orang yang berdosa, yang dicari dan dipanggil oleh Tuhan untuk bertobat. Marilah kita sadari dan hayati kelemahan dan kedosaan kita : kesadaran dan penghayatan diri sebagai yang beriman secara tanggungjawab sesuai dengan tema APP tahun ini yang kita renungkan. Begitu juga dengan Gereja menerima orang-orang berdosa ke dalam pangkuannya karena ia tidak bisa berbuat lain dari yang telah dibuat oleh kepalanya, yakni Kristus. Guna menjalankan fungsinya itu dengan baik, Yesus menyiapkan sarana-sarana antara lain sakramen pengampunan . Melalui sakramen pengampunan , Allah memulihkan hubungan antara manusia yang berdosa dengan diri-Nya. Persyaratannya hanya satu, yakni kerendahan hati untuk bertobat dan mengakui kesalahan. Tanpa itu, sarana yang disiapkan oleh Yesus itu tidak berguna. Banyak orang yang menganggap diri tidak punya dosa dan karena itu tidak mau mengaku, padahal dalam pandangan Allah orang-orang seperti itu adalah orang-orang berdosa karena mereka kurang rendah hati. Mudah-mudahan kita tidak termasuk dalam kategori orang terakhir itu. Mari kita tingkatkan tanggungjawab kita akan hidup dan perbuatan kita untuk selalu bertobat agar di masa prapaska ini semakin dimampukan untuk melihat diri dan berbalik kepada-Nya. Semoga! (Magda,HK)
|